Pinrang – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Sulawesi Selatan. Kali ini, angin kencang yang disertai hujan deras menerjang kawasan Dusun Salipolo, Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Jumat (20/6). Akibatnya, sebanyak 10 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, sebagian di antaranya dalam kondisi rusak berat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pinrang, Rhommy RM Manule, mengatakan bahwa peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.00 WITA. Cuaca yang semula hanya hujan deras, dengan cepat berubah menjadi badai angin kencang yang menyebabkan atap rumah warga beterbangan dan struktur bangunan rusak. “Kejadian angin kencang mengakibatkan 10 rumah warga rusak,” ujar Rhommy , Sabtu (21/6).
Dampak dari kerusakan ini membuat sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Belum adanya tempat penampungan darurat membuat mereka memilih opsi aman untuk sementara waktu sambil menunggu perbaikan rumah mereka. “Ini korban mengungsi sementara di rumah kerabat mereka,” tambah Rhommy.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Menurutnya, perubahan cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu dan sangat membahayakan jika tidak disikapi dengan hati-hati. “Memang ini terjadi karena cuaca ekstrem dan perubahan cuaca secara tiba-tiba. Kita mengimbau warga agar tetap waspada,” tuturnya.
Peristiwa ini menambah daftar bencana hidrometeorologi yang belakangan makin sering terjadi di wilayah Sulawesi Selatan. BPBD pun terus mengingatkan masyarakat agar waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan angin puting beliung, longsor, maupun banjir. <spl>





Komentar