Makassar — Isyarat politik Presiden Joko Widodo yang menyebut dirinya lebih condong bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ketimbang partai lain, menuai respons hangat dari kader PSI di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan.
Pernyataan Jokowi yang disampaikan dengan nada ringan namun penuh makna, “Saya di PSI aja lah,” saat ditanya wartawan di Solo, Jumat (6/6), langsung menjadi sorotan publik dan pemantik semangat baru di tubuh partai berlambang bunga mawar tersebut.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sulsel, Muhammad Surya—akrab disapa Cuya—menyambut positif sinyal tersebut. Ia menyebut bahwa hubungan antara Jokowi dan PSI sudah terjalin lama dan dibangun atas dasar kesamaan visi dalam pembangunan bangsa.
“Pak Jokowi dan PSI punya kedekatan historis dan nilai-nilai yang sejalan, terutama dalam hal keberpihakan pada kaum muda, antikorupsi, dan keterbukaan. Jika beliau benar-benar bergabung, tentu ini menjadi kehormatan besar bagi kami,” ujar Cuya saat dihubungi, Senin (9/6).
Menurut Cuya, PSI sejak awal konsisten mendukung kebijakan pemerintahan Jokowi, terutama yang berkaitan dengan reformasi birokrasi, digitalisasi pelayanan publik, dan pembangunan berkelanjutan. Ia menilai kehadiran Jokowi di internal PSI, jika terealisasi, akan memperkuat basis ideologis partai serta memacu semangat kader hingga ke tingkat akar rumput. “Kami di Sulsel siap menyambut dan mengonsolidasikan dukungan, karena ini akan memberi energi positif bagi perjuangan politik PSI ke depan,” tegasnya.
Sebelumnya, nama Jokowi sempat dikaitkan dengan bursa calon ketua umum PPP, namun Presiden ketujuh RI itu menampik isu tersebut dengan menyatakan bahwa partai berlambang Kabah masih memiliki banyak tokoh potensial. Komentarnya tentang PSI menjadi pernyataan paling eksplisit soal arah politik pascapresidennya.
Langkah Jokowi ini diprediksi akan membawa dampak signifikan pada konstelasi politik nasional, terutama jelang Pemilu 2029. Dengan figur populis seperti Jokowi, PSI berpotensi memperluas basis pemilihnya, terutama dari kalangan muda dan masyarakat urban.
Kehadiran Jokowi, jika benar-benar bergabung, diyakini akan membawa arus baru dalam dinamika internal PSI dan memperkuat posisinya dalam peta politik nasional. Bagi DPW PSI Sulsel, hal ini juga menjadi momentum untuk memperkuat struktur dan pengaruh politik di kawasan timur Indonesia. <spl>





Komentar