Close sidebar
Advertisement Advertisement
Nasional Politik Sulsel

Muammar Ferirae Resmi Jadi Ketua PSI Sulsel, Usianya Baru 19 Tahun

Muammar Ferirae Gandi Rusdi berfoto bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep saat Kongres PSI 2025 di Solo, usai ditunjuk sebagai Ketua PSI Sulsel.

Makassar – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Selatan mengumumkan nama baru sebagai pemimpin mereka. Muammar Ferirae Gandi Rusdi, putra sulung dari Rusdi Masse dan Fatmawati Rusdi, resmi menjabat sebagai ketua PSI Sulsel yang baru menggantikan Muhammad Surya.

Langkah ini mengejutkan banyak pihak karena sejumlah nama senior sebelumnya dikaitkan dengan jabatan tersebut. Publik sempat mengira Rusdi Masse akan memimpin partai besutan Kaesang Pangarep, namun kenyataannya justru sang putra yang tampil sebagai pemimpin struktur partai PSI di Sulawesi Selatan.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Muammar Ferirae, politisi muda Indonesia berusia 19 tahun, lahir di Jakarta pada 4 Februari 2006. Ia mencatat sejarah sebagai tokoh termuda yang dipercaya memimpin struktur partai PSI di tingkat provinsi.

Pemimpin Muda PSI Sulsel, Simbol Regenerasi Politik Anak Bangsa

Muammar menunjukkan komitmennya dengan hadir langsung dalam Kongres PSI 2025 di Solo, Jawa Tengah, yang berlangsung pada 19–20 Juli. Dalam momen tersebut, ia tampil berdampingan dengan Kaesang Pangarep, mengenakan kemeja putih khas PSI. Keduanya menyampaikan pesan solidaritas politik untuk memperkuat struktur partai PSI secara nasional.

Konsolidasi Organisasi: Fokus PSI Sulsel Pasca-Kongres

Ketua Harian PSI Sulsel, Dr. Rahman Syah, menegaskan bahwa keputusan penunjukan ini murni berasal dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI. Ia menyampaikan bahwa kongres memberikan mandat untuk melakukan konsolidasi kepengurusan hingga ke tingkat desa serta memperkuat identitas PSI sebagai partai terbuka Indonesia.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Di sisi lain, Indira Mulyasari Paramastuti, mantan Wakil Ketua DPRD Makassar, resmi menjabat sebagai Sekretaris DPW PSI Sulsel. Ia menggantikan posisi Maqbul Halim dan menyatakan kesiapannya menjalankan amanah untuk menyusun formasi organisasi partai di Sulsel.

Indira, yang dikenal sebagai tokoh perempuan Sulsel, sebelumnya pernah menjadi calon Wakil Wali Kota Makassar pada Pilkada 2018. Ia juga menjabat sebagai Direktur Umum PDAM Kota Makassar di era pemerintahan Danny Pomanto. Kini, ia memperkuat barisan struktur partai PSI bersama para politisi muda lainnya.

PSI Perkuat Identitas Nasional Lewat Kepemimpinan Kaesang

PSI juga menunjuk Dr. Rahman Syah sebagai Ketua Harian. Politisi asal Gowa ini sebelumnya berkiprah di Partai Perindo dan Golkar. Ia menilai Kongres PSI 2025 telah memberikan arahan strategis, termasuk menyosialisasikan logo baru dan memperkuat eksistensi sebagai partai terbuka Indonesia.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Dalam tim formatur nasional, PSI mengikutsertakan beberapa nama seperti Raja Juli Antoni, Grace Natalie, dan Christian Widodo untuk menyusun struktur partai PSI periode 2025–2030. Kaesang Pangarep memimpin langsung proses pembentukan tim ini bersama beberapa figur sentral PSI, termasuk Muhammad Surya yang sebelumnya memimpin PSI Sulsel.

Kaesang kembali memenangkan kursi Ketua Umum PSI dengan suara mayoritas 65,28 persen dalam pemilu internal yang melibatkan 157.579 kader. Pemilihan ini berlangsung secara digital selama sepekan, 12–18 Juli 2025. Ia berhasil mengalahkan dua kandidat lainnya, yakni Ronald A. Sinaga dan Agus Mulyono Herlambang.

Dalam pidato kemenangannya, Kaesang menekankan bahwa PSI akan terus menjadi partai politik anak muda yang terbuka, progresif, dan inklusif. Ia mengajak semua kader untuk memperkuat struktur partai PSI di semua level sebagai fondasi menghadapi tantangan politik nasional.

Ketua Dewan Pembina PSI, Jefrie Geovanie, menambahkan bahwa partainya berhasil melewati tekanan elektoral setelah Pemilu 2019. Saat itu, PSI hanya meraih 1,89 persen suara nasional. Namun, dukungan simbolik dari Presiden Jokowi dan keluarganya meningkatkan elektabilitas PSI menjadi 2,8 persen pada Pemilu 2024.

Jefrie menegaskan bahwa tanpa kehadiran Kaesang, partai politik anak muda ini mungkin tidak akan bertahan. Namun hari ini, PSI bukan hanya eksis, tetapi juga siap melesat dan bersaing secara sehat dalam kontestasi nasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *