Selayar – Kabar duka menyelimuti Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dan masyarakat Sulawesi Selatan. Marjani Sultan, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Selayar, meninggal dunia di RSUD Labuang Baji, Makassar, Selasa (29/7) sekitar pukul 01.00 Wita.
Kerabatnya, Nur Kamar, menyampaikan kabar kepergian Marjani. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya dokter memberikan perawatan intensif kepada almarhum di ICU selama satu bulan hingga almarhum meninggal akibat komplikasi stroke, diabetes, dan gangguan ginjal.
“Dokter merawat beliau di ICU selama satu bulan, dan penyakit stroke, diabetes, serta gangguan ginjal terus melemahkan kondisi beliau,” kata Nur Kamar.
Keluarga menyemayamkan jenazah di rumah duka yang terletak di Jalan Sukaria I, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Mereka menjadwalkan pemakaman sore hari setelah keluarga dari Jakarta dan Sidrap, termasuk anak almarhum, tiba di Makassar.
“Pihak keluarga akan memakamkan jenazah di pekuburan keluarga besar Batangmata Selayar yang terletak di kawasan Antang,” ujar Nur Kamar.
Masyarakat mengenal sebagai sosok birokrat yang berdedikasi tinggi dan meniti karier dari bawah. Marjani Sultan lahir di Batangmata, Selayar pada 12 Oktober 1961. Ia memulai karier di dunia pendidikan sebagai dosen dan Asisten Direktur II di Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.
Karir Marjani Sultan
Marjani Sultan memulai kariernya di birokrasi Selayar dengan menjabat sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Kepala Bappeda, serta Pelaksana Harian (Plh) Bupati Selayar. Marjani Sultan menjabat Plt Sekda tahun 2015–2016, lalu pemerintah melantiknya sebagai Sekda Selayar periode 2016–2021 secara resmi.
Setelah menjabat Sekda, Marjani menjadi Widyaiswara Ahli Utama di Pemprov Sulsel dan terus menunjukkan komitmen pada pelayanan publik.
Kepergian Marjani Sultan meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi masyarakat Selayar yang mengenalnya sebagai birokrat jujur dan pekerja keras. Tak hanya itu, masyarakat mengenang sebagai sosok yang berdedikasi penuh dalam membangun daerahnya, baik di bidang pendidikan maupun pemerintahan. Bahkan, banyak yang menilai dedikasinya tetap menjadi teladan. Sementara itu, kenangan tentang kepemimpinannya terus hidup di tengah masyarakat.





Komentar