Close sidebar
Advertisement Advertisement
Kesehatan

Nyeri Pinggang Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan Serius, Jangan Abaikan

Nyeri pinggang keluhan umum
Ilustrasi nyeri pinggang

Kesehatan – Nyeri pinggang sering muncul setelah seseorang jatuh, mengangkat barang berat, atau berolahraga. Kondisi seperti ini dikenal sebagai nyeri pinggang mekanikal. Akan tetapi, tidak semua kasus timbul karena sebab tersebut. Sebaliknya, sebagian orang merasakan yang justru menunjukkan adanya masalah kesehatan serius.

Menurut dr. Andra Hendriarto, Sp. OT (K) dari RS Pondok Indah Jakarta, nyeri pinggang nonmekanikal sering muncul akibat infeksi, tumor, peradangan, hingga osteoporosis. Bahkan, rasa sakit tersebut dapat menjalar dari organ dalam. Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar memperhatikan gejalanya sejak awal. “Yang nonmekanikal ini justru yang seram-seram penyebabnya,” tegasnya dalam acara edukasi media.

35 Siswa di Maros Diduga Keracunan Usai Bukber di SMPN 3 Camba, Puluhan Dirawat

Nyeri Pinggang karena Osteoporosis dan Infeksi

Pasien dengan osteoporosis merasakan nyeri pinggang meski hanya duduk atau berdiri sebentar. Tulang belakang rapuh gagal menopang berat badan sehingga risiko patah tulang meningkat drastis. Bahkan, sedikit gerakan langsung memicu rasa sakit hebat. Karena itu, penderita osteoporosis perlu menjaga postur tubuh, menghindari gerakan berisiko, dan segera mencari pertolongan medis.

Penderita infeksi atau tumor juga mengalami nyeri pinggang nonmekanikal. Kondisi tersebut biasanya hadir bersama gejala tambahan seperti demam, penurunan berat badan, hilangnya nafsu makan, serta pengecilan otot. Selain itu, perubahan fisik terlihat jelas pada tubuh mereka. Menurut dr. Andra, tumor yang menimbulkan nyeri pinggang biasanya berasal dari organ lain lalu menyebar ke tulang belakang. Dengan demikian, deteksi dini terbukti sangat penting untuk mencegah kondisi semakin parah.

Jumlah kasus nonmekanikal memang lebih sedikit daripada mekanikal. Namun, tingkat keparahannya jauh lebih tinggi, penyembuhannya jauh lebih rumit, dan dampaknya terhadap kualitas hidup jauh lebih besar. Oleh sebab itu, pasien perlu memberi perhatian ekstra sejak awal agar tidak terlambat mengobati.

Kisah Cipa, Usia 29 Tahun Terkena Diabetes Akibat FOMO Makanan Manis Viral

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Nyeri pinggang memang keluhan umum. Tetapi, kamu harus waspada jika rasa sakit muncul bersama tanda bahaya tertentu. Misalnya, riwayat jatuh, kecelakaan, atau benturan keras. Selain itu, gejala saraf seperti kelemahan, kesemutan, atau kebas menuntut perhatian serius.

Dr. Andra menegaskan bahwa usia di atas 50 tahun meningkatkan risiko tambahan. Secara statistik, penyakit serius jauh lebih sering menyerang setelah usia 45 tahun. Karena alasan itu, setiap pasien sebaiknya segera memeriksakan diri tanpa menunda waktu.

Selain itu, yang disertai demam, penggunaan obat suntik insulin pada penderita diabetes, atau obat suntik untuk pasien autoimun juga membutuhkan evaluasi medis cepat. Dengan pemeriksaan lengkap, dokter dapat menemukan penyebab utama, menjelaskan kondisi secara detail, serta menawarkan terapi yang paling tepat.

DEMA FKIK FKIK UIN Alauddin, Layanan Kesehatan Gratis dan Peduli Lingkungan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *