Kesehatan – Kasus kanker anak di RI terus menjadi perhatian besar dalam dunia kesehatan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa setiap tahun sekitar 5.000 kasus baru kanker pada anak muncul di Indonesia. Angka tersebut sangat tinggi, sekaligus menegaskan kebutuhan peningkatan kesadaran deteksi dini.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr. Eva Susanti, menjelaskan bahwa kanker pada anak berbeda dengan kanker pada orang dewasa. Pada anak-anak, sel kanker tumbuh lebih agresif sehingga dokter harus segera memberikan pengobatan. Ketika diagnosis datang terlambat, peluang keberhasilan terapi langsung menurun drastis.
Kasus Kanker Anak di RI, Leukemia Jadi Jenis yang Terbanyak
Leukemia masih menjadi jenis kanker yang paling banyak menyerang anak di Indonesia. Penyakit ini menyerang sistem pembentukan darah dalam tubuh. Gejalanya sering tidak spesifik, misalnya anak cepat lelah, terlihat pucat, mengalami demam berulang, hingga muncul memar tanpa sebab jelas. Karena gejalanya mirip gangguan kesehatan biasa, banyak orang tua menganggap kondisi tersebut tidak berbahaya padahal bisa mengarah pada kanker.
Selain leukemia, retinoblastoma atau kanker mata juga menambah jumlah kasus kanker anak cukup besar. Penyakit ini biasanya terdeteksi ketika orang tua melihat kilatan putih pada bola mata anak saat terkena cahaya. Jika orang tua segera memeriksakan kondisi anak, dokter dapat menyelamatkan penglihatan dan menghentikan perkembangan sel kanker.
Pentingnya Deteksi Dini dan Dukungan Orang Tua
Pencegahan kanker pada anak memang tidak mudah karena penyebabnya sering tidak berkaitan dengan gaya hidup. Namun, deteksi dini mampu meningkatkan kemungkinan kesembuhan lebih dari 70%. Orang tua perlu memperhatikan perubahan kondisi kesehatan anak. Ketika gejala tidak biasa muncul berulang, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat. Semakin cepat kanker terdeteksi, semakin besar peluang terapi berhasil.
Pemerintah bersama lembaga kesehatan juga memperluas akses layanan kanker anak. Mereka meningkatkan pemerataan fasilitas kesehatan dan menambah tenaga medis kompeten, terutama di berbagai daerah yang masih membutuhkan dukungan penanganan kanker anak.





Komentar