Jakarta, 30 Mei 2025 – Menteri Agama Nasaruddin Umar terus menjalankan berbagai upaya guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2025 berjalan lancar dan aman, termasuk mendorong agar visa furoda atau visa mujamalah dapat diterbitkan untuk jamaah Indonesia pada tahun ini. Visa furoda merupakan jenis visa khusus dari Pemerintah Arab Saudi yang memungkinkan calon jamaah haji berangkat tanpa harus melalui antrean kuota reguler yang biasanya sangat panjang.
Namun, Nasaruddin menegaskan bahwa penerbitan visa furoda sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Arab Saudi.
“Pemerintah Indonesia tidak memiliki kendali langsung atas proses penerbitan visa furoda. Ini adalah keputusan dan wewenang penuh pemerintah Arab Saudi,” ujarnya dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Visa furoda sendiri dikenal sebagai jalur undangan langsung dari Kerajaan Saudi kepada calon jamaah, yang memungkinkan keberangkatan lebih cepat dibanding jalur haji reguler. Meski demikian, mekanisme ini tidak masuk dalam sistem kuota resmi yang dikelola pemerintah Indonesia, sehingga tidak dapat dipastikan jumlah maupun siapa yang akan mendapatkan visa tersebut.
Sebagai langkah persiapan, Menag Nasaruddin telah melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi pada awal tahun 2025. Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi, serta mengikuti berbagai pertemuan penting terkait finalisasi teknis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dan memastikan semua persiapan berjalan sesuai rencana, termasuk pembahasan terkait layanan bagi jamaah asal Indonesia.
Kementerian Agama juga mencatat perkembangan positif terkait pendaftaran haji 2025. Sampai saat ini, sebanyak 136.000 calon jamaah telah lolos verifikasi administrasi dan memenuhi persyaratan untuk berangkat. Jumlah ini merupakan bagian dari total 203.320 orang yang telah mengajukan permohonan visa haji. Proses pemvisaan terus dipercepat meskipun saat ini memasuki bulan Ramadan, agar keberangkatan jamaah dapat berlangsung tepat waktu.
Meskipun upaya dan persiapan terus dilakukan, Menag Nasaruddin mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dalam mengikuti program haji, khususnya bagi yang berminat menggunakan jalur visa furoda.
Ia mengimbau calon jamaah untuk hanya menggunakan penyelenggara resmi yang telah terdaftar di Kementerian Agama dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Hal ini penting agar terhindar dari praktik penipuan dan memastikan ibadah haji berjalan dengan lancar dan sah secara hukum.
Visa furoda menjadi salah satu harapan jamaah yang ingin mempercepat keberangkatannya tanpa harus menunggu lama dalam daftar antrian kuota reguler yang selama ini dikenal cukup panjang dan membuat banyak calon jamaah harus menunggu bertahun-tahun.
Pemerintah terus berupaya meningkatkan layanan dan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari proses pendaftaran, pelatihan, hingga pemvisaan dan pemberangkatan. Namun, tantangan terkait pengaturan visa furoda masih menjadi hal yang sulit diatasi karena keterbatasan kewenangan Indonesia dalam proses penerbitannya.
Dengan segala persiapan dan kerja sama yang terus dijalin antara Indonesia dan Arab Saudi, diharapkan ibadah haji 2025 akan berjalan lancar, aman, dan memberikan pengalaman ibadah yang khusyuk bagi seluruh jamaah. <spl>





Komentar