Bantaeng– Ribuan peserta jalan santai meramaikan Lapangan Tribun Pantai Seruni pada Minggu (30/11/2025), saat momentum peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) bersama pelepasan peserta oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin. Kegiatan itu berlangsung hangat karena kehadiran Ketua TP PKK Bantaeng, Ny. Gunya Paramasukhaputri, yang turut memberi dukungan penuh terhadap gerakan antikorupsi tahun ini. Tema nasional “Satukan Aksi Basmi Korupsi” menjadi pesan utama yang menegaskan bahwa perjuangan membangun pemerintahan bersih hanya berhasil melalui kekuatan kolektif.
Dalam sambutannya, Bupati Fathul menyampaikan penghargaan kepada seluruh instansi yang terlibat menjaga transparansi kebijakan publik. Ia menyebut Kejaksaan, Polri, Inspektorat, dan Dinas Kesehatan Bantaeng sebagai mitra penting yang menjaga proses pembangunan tetap akuntabel.
“Kita meneguhkan komitmen menjalankan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Terima kasih atas dukungan dan sinergi yang terus terbangun,” ujarnya.
Bupati menjelaskan bahwa peringatan HAKORDIA memiliki makna moral lebih besar daripada sekadar acara seremonial. Ia mengingatkan masyarakat tentang bahaya korupsi yang mampu merampas hak publik, melemahkan pelayanan, dan menghambat masa depan generasi muda.
“Melawan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum. Tugas ini milik kita semua, mulai dari keluarga, sekolah, kantor, hingga desa,” tegasnya.
Gerakan Anti Korupsi Bantaeng Menguat
Komitmen pemberantasan korupsi kembali Fathul saat mengajak masyarakat memperkuat budaya integritas sebagai pondasi pembangunan. Ia menekankan bahwa gerakan antikorupsi harus menjadi kesadaran kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya aparat pemerintah.
“Integritas harus menjadi budaya, bukan slogan. Korupsi merampas hak rakyat dan melemahkan pelayanan publik,” katanya.
Harapan besar disampaikan Bupati agar momentum HAKORDIA mampu memperkuat tekad seluruh elemen masyarakat dalam menolak segala bentuk tindakan koruptif. Ia menyerukan gerakan bersama agar Bantaeng terus tumbuh menjadi daerah maju, sejahtera, dan bermartabat tanpa praktik penyimpangan anggaran.
“Saya mengajak masyarakat dan generasi muda memperkuat aksi bersama membangun masa depan agar Bantaeng bangkit lebih maju dan bermartabat tanpa korupsi,” tuturnya.
Kemeriahan kegiatan tak berhenti pada jalan santai saja. Panitia menyediakan rangkaian acara seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan senam sehat yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Kehadiran peserta dari berbagai kalangan, mulai dari ASN, pelajar, lansia, hingga masyarakat umum, menunjukkan bahwa gerakan antikorupsi mendapat dukungan luas. Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin, Plh. Kajari Bantaeng Dr. Andri Zulfikar, serta pejabat daerah lainnya juga ikut memeriahkan kegiatan yang menyatukan semangat antikorupsi tersebut.





Komentar