Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Peristiwa Sulsel

Enam Pekerja di Bone Jalan Kaki 175 Km ke Makassar karena Tak Digaji

Foto Anggota DPRD Bone, Andi Muhammad Salam atau Lilo AK, makan bersama enam pekerja irigasi yang ditelantarkan bosnya. Mereka nekat berjalan kaki 175 km dari Bone ke Makassar

Bone — Enam pekerja irigasi di Kabupaten Bone memutuskan berjalan kaki menuju Makassar setelah dua pekan menunggu upah yang tak kunjung mereka terima. Mereka memilih meninggalkan lokasi kerja dan menempuh perjalanan sejauh 175 kilometer karena tidak memiliki uang untuk pulang.

Kisah mereka mencuat setelah sebuah video menyebar cepat di media sosial. Dalam rekaman itu, keenam pekerja terlihat menyusuri jalan poros dengan membawa tas seadanya. Tubuh mereka tampak letih, namun langkah mereka terus bergerak ke arah Makassar.

UNM Perkuat Kompetensi Guru melalui Pembelajaran IoT

Anggota DPRD Bone, Andi Muhammad Salam atau Lilo AK, merekam momen tersebut dan mengunggahnya ke media sosial. Lilo bertemu para pekerja di Desa Sappewalie, Kecamatan Ulaweng, saat ia dalam perjalanan yang sama menuju Makassar. “Saya tanya asal dan tujuan mereka. Mereka bilang berangkat dari Bone ke Ratulangi Makassar karena bosnya tidak memberi gaji selama dua minggu,” kata Lilo pada Senin (17/11).

Lilo mengaku terkejut setelah mendengar cerita para pekerja itu. Ia kemudian mengajak mereka naik mobilnya agar mereka dapat tiba di Makassar tanpa menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki. “Kasihan sekali mereka. Kebetulan saya juga mau ke Makassar, jadi saya ajak mereka ikut,” ujarnya.

Menurut pengakuan para pekerja, bos mereka sempat berpamitan untuk mengambil uang yang akan digunakan membayar upah. Namun setelah meninggalkan lokasi kerja, bos tersebut menghilang dan tidak lagi merespons panggilan telepon. “Bosnya mengaku mau tarik uang gaji, tapi tidak kembali. Karena tidak punya uang, mereka memilih pulang dengan berjalan kaki,” jelas Lilo.

Tim Pengabdi UNM Perkuat Budidaya Ikan Pujananting

Lilo menyampaikan rasa keprihatinannya atas perlakuan yang dialami keenam pekerja itu. Ia berencana meninjau lokasi proyek untuk mengetahui identitas pihak yang bertanggung jawab. “Saya belum tahu siapa bosnya dan proyek apa yang mereka kerjakan. Yang jelas, saya hanya ingin membantu mereka pulang,” tegasnya.

Kisah perjalanan panjang ini kembali membuka perhatian publik terhadap kondisi buruh lapangan yang kerap bekerja tanpa kejelasan kontrak maupun jaminan upah.

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

Komentar

  1. Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you. https://www.binance.bh/register?ref=GGYHGRE

  2. binance kod berkata:

    I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.

  3. Binance推荐码 berkata:

    I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article. https://www.binance.bh/register?ref=IHJUI7TF

  4. Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good. https://accounts.binance.com/en-ZA/register?ref=B4EPR6J0

  5. Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *