Enrekang – Kekerasan pengkaderan Enrekang mencuri perhatian publik setelah seorang pelajar dari Desa Buttu Batu, Kecamatan Enrekang, mengalami cedera parah pada punggungnya. Pelajar tersebut mengikuti kegiatan pengkaderan yang HPMM Cabang Enrekang Utara selenggarakan.
Keluarga segera mengamati perubahan kondisi tubuh korban ketika ia terus mengeluhkan rasa sakit pada punggung. Setelah itu, mereka membawa korban ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Tenaga medis memeriksa korban secara menyeluruh dan menemukan pembengkokan pada tulang belakang.
Temuan medis ini membuat keluarga langsung mendatangi panitia pengkaderan untuk meminta penjelasan. Mereka menyampaikan kekecewaan karena kegiatan pembinaan justru menciptakan risiko serius bagi peserta. Kemudian, keluarga menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak penyelenggara dan meminta aparat mengawal proses hukum tanpa hambatan.
Masyarakat ikut mendukung desakan keluarga agar aparat mengusut dugaan kekerasan pengkaderan Enrekang secara terbuka. Banyak pihak berharap proses ini menghasilkan keputusan yang adil dan mencegah insiden serupa terulang.





Komentar