Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Hukum Politik Sulsel

Liestiaty Terancam Kehilangan Kursi Ketua Golkar Bantaeng

Bantaeng – Posisi Ketua DPD II Partai Golkar Bantaeng, Liestiaty Fachruddin Nurdin Abdullah, tengah menjadi sorotan publik dan internal partai. Isu mengenai loyalitas politiknya mencuat setelah suaminya, mantan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, kini aktif sebagai Dewan Pakar di Partai Perindo. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait kepatuhan terhadap Peraturan Organisasi (PO) Partai Golkar yang melarang afiliasi politik ganda, baik oleh kader maupun keluarga inti kader dengan partai lain.

Hingga kini, belum ada sikap resmi dari pengurus DPD I Golkar Sulsel terkait polemik tersebut. Beberapa petinggi partai bahkan mengaku baru mengetahui kabar mengenai posisi ganda Liestiaty. Salah satunya adalah Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Rahman Pina, yang menegaskan akan menelusuri kebenaran informasi tersebut.

Mahasiswa Teknik Komputer UNM Borong Penghargaan

“Saya baru dengar juga. Tapi kami di Golkar akan menelusuri informasi itu,” ungkap Rahman Pina saat di Gedung DPRD Sulsel, Selasa (7/10/2025).

Ia menambahkan, Ketua DPD I Golkar Sulsel dikenal sebagai figur yang tegas dan menjunjung tinggi aturan organisasi. Karena itu, jika terbukti ada pelanggaran, Rahman memastikan akan ada langkah tegas sesuai mekanisme partai.

“Saya yakin Ketua DPD I akan menegakkan aturan jika memang terbukti ada pelanggaran,” ujarnya menegaskan.

Polemik Posisi Liestiaty

Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel yang jadwalnya berlangsung akhir tahun ini, keberadaan Liestiaty sebagai Ketua DPD II Golkar Bantaeng menjadi perbincangan hangat di kalangan kader. Beberapa pihak menilai, statusnya yang masih di akui berpotensi menimbulkan konflik internal, terutama bila tetap diberi hak suara dalam forum Musda.

Secara etik dan administratif, posisi Liestiaty tidak lagi sesuai dengan ketentuan organisasi. Sejumlah kader menilai jabatan tersebut bertentangan dengan prinsip loyalitas politik dan larangan keanggotaan ganda yang menjadi dasar disiplin kader Golkar.

Pelantikan Kemendiktisaintek Tekankan Pelayanan

Situasi ini membuat publik menantikan langkah tegas dari pengurus Golkar Sulsel. Kejelasan sikap partai nilainya penting untuk menjaga marwah organisasi serta memastikan konsistensi penerapan aturan bagi seluruh kader tanpa pandang bulu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *