Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Sulsel

Protes Makin Panas! Massa Bua Bakar Ban dan Lumpuhkan Jalan Utama

Warga dan mahasiswa Bua melakukan unjuk rasa di Jalan Trans Sulawesi menuntut transparansi rekrutmen kerja PT BMS, perusahaan milik Jusuf Kalla.
Ratusan mahasiswa dan warga Kecamatan Bua memblokade Jalan Trans Sulawesi, Sabtu (25/10/2025).

Luwu – Ratusan warga dari berbagai desa di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, memblokade Jalan Trans Sulawesi pada Sabtu (25/10/2025) sore. Mereka menyalakan api dari ban bekas dan berorasi di tengah jalan untuk memprotes rekrutmen kerja PT BMS yang dianggap tidak adil.

Aksi tersebut menimbulkan kemacetan panjang dari empat arah. Banyak pengendara terpaksa berhenti karena massa menutup total jalan utama.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Para peserta aksi menuduh PT BMS tidak transparan dalam rekrutmen kerja dan tidak memberi kesempatan yang sama bagi tenaga kerja lokal. Mereka menyebut, sebagian besar pelamar asal Kecamatan Bua gagal di tahap administrasi, sedangkan banyak pekerja lama justru kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba.

Kepala Desa Padangkalua, Umi, memimpin langsung aksi protes itu. Ia menegaskan, warga turun ke jalan karena kecewa dengan kebijakan perusahaan.

“Kami turun karena hak-hak masyarakat diabaikan. Kami menuntut transparansi dan keadilan dalam rekrutmen,” ujar Umi di tengah orasi.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Umi menjelaskan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, PT BMS memutus kontrak lebih dari 400 tenaga kerja yang sebagian besar berasal dari Kecamatan Bua dan sekitarnya. Ia menyayangkan langkah tersebut karena menambah angka pengangguran di wilayah itu.

Selain itu, Umi juga mengkritik kebijakan perusahaan yang tidak konsisten. Di satu sisi, perusahaan memecat ratusan pekerja, tetapi di sisi lain membuka lowongan baru. “Seharusnya mereka memprioritaskan warga lokal yang sudah lama membantu pembangunan pabrik. Namun faktanya, justru orang luar lebih mudah diterima,” ujarnya.

Selama aksi berlangsung, aparat Polres Luwu berjaga ketat dan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi bentrokan. Petugas juga menenangkan massa yang terus berorasi sambil membawa spanduk tuntutan.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Menutup aksinya, Umi menyampaikan ultimatum kepada pihak perusahaan. Ia meminta manajemen PT BMS segera membuka ruang dialog dengan warga. “Kami beri waktu sampai Senin depan. Jika perusahaan tetap diam, kami akan kembali turun ke jalan dan melakukan aksi di depan pabrik,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *