Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Sulsel

Karang Taruna Pattappa Kembangkan Kerajinan Batu Alam

Foto Tim Penggerak PKK Desa Pattappa, Hasnawati (kiri) bersama anggota Karang Taruna Desa Pattappa menunjukkan aneka cenderamata yang dibuat dari batuan alam di Kantor Desa Pattappa

Barru – Karang Taruna Desa Pattappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, terus mencari cara untuk meningkatkan ekonomi desa melalui kreativitas. Mereka kini mengolah batu-batu alam menjadi berbagai kerajinan tangan yang bernilai jual.

Para pemuda desa itu mengumpulkan batu mangan, batu pasir pejal, dan batu kerikil dari sekitar wilayah Pattappa. Setelah itu, mereka menyulapnya menjadi cenderamata seperti gantungan kunci, bros, sisir, asbak, hingga tempat Al-Qur’an. Mereka menggunakan epoxy resin sebagai bahan pelapis agar setiap produk tampil lebih kokoh, padat, dan tahan lama.

Mahasiswa Teknik Komputer UNM Borong Penghargaan

Kepala Desa Pattappa, Mansur, memperlihatkan beberapa hasil karya tersebut di kantor desa. Ia mengeluarkan aneka produk dari sebuah kantong plastik putih sambil menjelaskan setiap jenisnya. “Ada gantungan kunci, sisir, asbak, bros, bahkan tempat Al-Qur’an,” ujarnya pada Rabu (26/11).

Harga produk cukup beragam. Bros dijual Rp 5 ribu, gantungan kunci Rp 7 ribu, sementara asbak mencapai Rp 40 ribu. Seluruh kerajinan itu lahir setelah Karang Taruna mengikuti bimbingan dari dosen Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI), Nur Asmiani dan Alfian, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat.

Lewat program itu, Karang Taruna juga menerima hibah mesin pemotong dan mesin poles batu. Namun, mereka belum bisa memanfaatkan peralatan tersebut secara maksimal karena keterbatasan daya listrik desa.

Pelantikan Kemendiktisaintek Tekankan Pelayanan

Potensi Batu Alam Pattappa

Pattappa yang berada di dataran tinggi Barru menyimpan banyak jenis batuan, terutama batu mangan dan batu pejal. Batu mangan memiliki kandungan logam tinggi dan banyak dipakai di industri baja, baterai, hingga pengolahan air. Sementara batu pejal yang keras dan tidak berongga sering warga Sulawesi Selatan gunakan untuk membuat cobek, batu nisan, dudukan tiang rumah, dan berbagai ornamen.

Menurut Mansur, produksi kerajinan dari batu kini berkembang menjadi usaha tambahan bagi warga, terutama anggota Karang Taruna. “Kami sudah bisa menghasilkan banyak produk dari batu desa ini. Tapi kami belum tahu bagaimana memasarkannya dengan baik. Karena itu, kami meminta bantuan fasilitasi,” jelasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Barru memberi dukungan promosi dan membuka ruang pemasaran yang lebih luas agar kerajinan Desa Pattappa dapat masuk ke pasar yang lebih besar.

Kolaborasi FT UNM Lewat Outbound

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *