Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Sulsel

Luas Tanam Gadu di Barru Tembus 7.304 Hektare, Dukung Swasembada Pangan 2025

foto Ahmad, Kepala Dinas Pertanian Barru

Barru – Kabupaten Barru mencatatkan kemajuan signifikan dalam musim tanam gadu tahun 2025. Hingga akhir Mei, luas tanam telah mencapai 7.304 hektare dari target 8.500 hektare. Angka ini menjadi salah satu capaian tertinggi yang diraih para petani dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, Ahmad, menyampaikan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai program pemerintah, khususnya dalam bentuk bantuan benih unggul dan program Luas Tambah Tanam (LTT).

Mahasiswa Teknik Komputer UNM Borong Penghargaan

“Bantuan benih padi untuk 4.000 hektare telah disalurkan kepada kelompok tani di seluruh kecamatan. Ini bagian dari upaya mempercepat masa tanam dan meningkatkan produktivitas lahan sawah,” jelas Ahmad, Rabu (11/6).

Ia menambahkan, sebagian besar tanaman padi saat ini telah memasuki fase primordia dan bunting, yang menandakan perkembangan tanaman menuju masa panen. Meski demikian, Ahmad berharap kondisi cuaca tetap bersahabat, mengingat musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah.

“BMKG sudah mengonfirmasi bahwa musim kemarau mulai berdampak. Kami berharap bulan Juni ini masih ada hujan agar pertumbuhan tanaman tetap optimal,” ujarnya.

Pelantikan Kemendiktisaintek Tekankan Pelayanan

Program LTT sendiri merupakan inisiatif nasional yang bertujuan untuk memaksimalkan lahan pertanian, termasuk lahan tadah hujan dan lahan tidur, guna mendukung ketahanan pangan nasional. Di Barru, program ini berhasil menggerakkan kembali lahan-lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan secara maksimal.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani sangat penting dalam keberhasilan ini. Kami optimistis produksi padi di Barru akan meningkat signifikan,” tutur Ahmad.

Dengan pencapaian ini, Pemerintah Kabupaten Barru berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam menjadikan Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional, sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan secara berkelanjutan pada tahun 2025. <spl>

Kolaborasi FT UNM Lewat Outbound

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *