Close sidebar
Advertisement Advertisement
Makassar Nasional

Bosowa Peduli Tembus Daerah Terisolasi Agam, Salurkan Bantuan ke 75 KK Terdampak Longsor

Tim Bosowa Peduli menyalurkan bantuan pangan kepada 75 KK di wilayah terisolasi Tanah Liek, Jorong Silungkang, dan Nagari Salareh Aia Timur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Makassar – Tim Bosowa Peduli berhasil menembus daerah terisolasi di Sumatera Barat dan langsung menyalurkan bantuan kepada keluarga yang sebelumnya belum menerima sentuhan relawan dari luar wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sabtu (13/12/2025), Bosowa Peduli menyalurkan bantuan ke sejumlah kawasan terisolasi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tim relawan mendistribusikan bantuan ke Tanah Liek, Jorong Silungkang, Nagari Tigo Koto, serta Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Cek Langsung Distribusi Air Bersih, Pastikan Layanan PDAM Mengalir ke Rumah Warga

Bosowa Peduli memprioritaskan wilayah tersebut karena kondisi geografisnya masih terisolasi, jaraknya jauh dari posko bantuan utama, serta tingkat risiko longsor susulan yang tergolong tinggi.

Tim Relawan Hadapi Medan Ekstrem dan Longsor Aktif

Tim relawan menyalurkan bantuan berupa bahan pangan pokok, suplemen kesehatan, serta makanan ringan untuk anak-anak. Sebanyak 75 Kepala Keluarga (KK) menerima manfaat dari program kemanusiaan ini.

Dalam perjalanan distribusi, tim Bosowa Peduli menghadapi tantangan berat dengan melintasi lebih dari 10 titik longsor aktif. Jalur menuju lokasi hanya bisa dilalui pada waktu tertentu karena alat berat masih membersihkan material longsor. Hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut juga memperparah kondisi jalan hingga menjadi berlumpur dan licin.

Mahasiswa Teknik Komputer UNM Borong Penghargaan

Bosowa Peduli menyalurkan bantuan pangan dan suplemen kepada 75 KK di wilayah terisolasi Tanah Liek dan Nagari Salareh Aia Timur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan aman, Bosowa Peduli menjalin koordinasi langsung dengan warga setempat. Para penyintas bencana yang aktif di media sosial berperan sebagai informan kondisi lapangan dan membantu kelancaran distribusi bantuan.

Hasil koordinasi dengan tokoh masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan pangan menjadi prioritas utama warga terdampak. Akses keluar-masuk wilayah yang sangat terbatas serta hilangnya mata pencaharian akibat sawah dan lahan kerja tertimbun longsor membuat warga sangat bergantung pada pasokan logistik.

“Wilayah ini kami prioritaskan karena masih terisolasi dan memiliki risiko tinggi terhadap longsor susulan. Akses terbatas membuat warga sangat bergantung pada bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Akbar, Manager Program Bosowa Peduli.

Pelantikan Kemendiktisaintek Tekankan Pelayanan

Warga penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran Bosowa Peduli. Mereka mengaku kesulitan memperoleh bantuan sejak bencana longsor terjadi karena kondisi jalan yang tertutup dan berbahaya.

“Sejak longsor terjadi, kami kesulitan mendapatkan bantuan karena akses jalan tertutup dan berisiko. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, apalagi stok makanan sudah mulai menipis,” ungkap salah satu warga terdampak.

Warga terakhir kali menerima bantuan pada Jumat, 5 Desember 2025. Kehadiran Bosowa Peduli pun memberi harapan baru bagi masyarakat di wilayah terisolasi tersebut.

Bosowa Peduli memastikan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan menyiapkan penyaluran bantuan tahap berikutnya sesuai kebutuhan warga di lapangan pascabencana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *