Makassar – Pemerintah Kota Makassar terus memperluas transaksi digital Makassar melalui penerapan QRIS di pasar tradisional, terminal, hingga pembayaran tagihan air.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meresmikan digitalisasi QRIS di Pasar Daya, Kecamatan Biringkanaya, pada Senin (28/7/2025). Ia hadir bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Melinda Aksa, Kepala BI Sulsel Rezki Ernadi, pimpinan bank mitra, dan anggota DPRD Makassar.
Perumda Pasar Makassar Raya langsung memulai layanan pembayaran retribusi QRIS di Pasar Niaga Daya dan Pasar Terong. Dirut Ali Gauli Arief menjelaskan bahwa pihaknya gencar menyosialisasikan sistem ini kepada para pedagang agar mereka lebih cepat beradaptasi dengan digitalisasi QRIS pasar tradisional.
“Pedagang kini bisa menerima pembayaran dari pembeli melalui QRIS. Kami juga mendorong pedagang membayar retribusi ke Perumda secara digital,” ujar Ali Gauli. Ia menegaskan bahwa sistem digital membantu menciptakan kenyamanan dan keamanan dalam proses jual beli.
PD Terminal Makassar Metro juga menjalankan sistem serupa. Elber Makbul Amin menilai QRIS mempercepat pelayanan dan menghilangkan kendala transaksi tunai. Para pelaku usaha di terminal, termasuk perusahaan otobus, kini menyambut layanan publik non tunai ini dengan antusias.
PDAM Makassar mencatat bahwa 83,44 persen mitra sudah menggunakan sistem pembayaran non tunai. Plt Direktur Keuangan PDAM, Nanang Sutarjo, menyebut angka ini sebagai bukti nyata bahwa transformasi digital di tubuh PDAM semakin kuat.
PDAM terus mendorong pelanggan lain beralih ke sistem pembayaran digital Makassar. Mereka kini mengintegrasikan QRIS untuk layanan mobil tangki, pembayaran sambungan baru, hingga tagihan bulanan. PDAM juga mengembangkan sistem CMS (Cash Management System) agar proses transfer berjalan cepat, efisien, dan transparan.
“PDAM ingin memberikan pelayanan terbaik melalui inovasi digital, bukan sekadar mengikuti tren,” tegas Nanang.
Munafri: Transaksi Digital Tekan Kebocoran PAD
Wali Kota Munafri menyoroti bahwa digitalisasi transaksi Makassar membantu mengurangi potensi kebocoran keuangan. Ia menyebut tingkat kepatuhan retribusi kendaraan masih sekitar 40 persen dan ingin mendorong perbaikan melalui sistem digital.
“Dengan QRIS, kami bisa melacak setiap transaksi secara transparan. Sistem ini mencegah manipulasi dan kesalahan laporan,” ujar Munafri. Ia juga menyiapkan program kampanye masif dan memberikan insentif kepada pasar atau terminal yang berhasil mencapai penggunaan QRIS tertinggi.
Munafri mengajak masyarakat untuk memanfaatkan ponsel tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai sarana transaksi digital. Ia menilai teknologi transaksi digital Makassar harus digunakan secara aktif, bukan hanya dipajang sebagai simbol modernisasi.
Bank Indonesia: QRIS Jadi Kebutuhan Mendesak
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wirnanda, menyatakan bahwa digitalisasi sektor publik Makassar bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Ia melihat masyarakat semakin terbiasa memegang ponsel untuk segala aktivitas, termasuk belanja dan pembayaran tagihan.
“Restoran dan pelaku UMKM harus menyediakan QRIS jika tidak ingin tertinggal. Bahkan pallu basa pun harus masuk sistem digital,” ungkap Rizki.
Ia mencatat bahwa transaksi QRIS secara nasional telah menyentuh angka Rp570 triliun, dengan pertumbuhan 120 persen. Di Sulsel, lebih dari 1,3 juta pengguna telah melakukan transaksi senilai Rp6 triliun.
Rizki menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kota Makassar yang konsisten menjalankan digitalisasi layanan publik Makassar di berbagai sektor.





Komentar