Makassar – Aliansi Solidaritas Mahasiswa menggelar demonstrasi di depan Kampus Patria Artha dan menuntut keadilan atas keputusan kampus yang mengeluarkan mahasiswa secara sepihak. Para demonstran mengecam kebijakan tersebut dan mendesak LLDIKTI Wilayah IX segera mengusut tuntas persoalan yang menimbulkan keresahan di lingkungan kampus.
Massa aksi menuntut pencopotan Wakil Rektor II dan Dekan Fakultas Teknik, yang mereka anggap bertanggung jawab atas keputusan pemberhentian mahasiswa. Mereka menyuarakan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan kampus yang dinilai otoriter dan tidak transparan.
Dendri, salah satu mahasiswa Kampus Patria Artha, menyampaikan orasi di tengah aksi.
“Saya datang untuk membela hak saya sebagai mahasiswa, bukan untuk melawan kampus. Masalahnya, mengapa kampus mengeluarkan saya hanya karena kritik saya di media sosial?” ujar Dendri dengan tegas.
Pernyataan tersebut memperkuat sikap Aliansi Solidaritas Mahasiswa Patria Artha, yang terus menolak segala bentuk diskriminasi kampus terhadap mahasiswa. Mereka menilai kampus tidak memberikan ruang demokrasi dan mengabaikan kebebasan berpendapat mahasiswa.
Vino, yang bertindak sebagai koordinator lapangan, menegaskan bahwa mereka akan terus memperjuangkan kasus ini. “Kami akan membawa masalah ini ke otoritas pendidikan tinggi jika kampus tidak menyelesaikannya secara adil,” tegas Vino dalam orasinya.
Aksi tersebut menjadi bagian dari perlawanan terbuka terhadap sistem kampus yang membungkam kritik dan menyulitkan mahasiswa. Aliansi Solidaritas Mahasiswa berkomitmen mengawal proses hukum dan memastikan LLDIKTI Wilayah IX tidak tinggal diam terhadap konflik yang melibatkan mahasiswa dan pimpinan kampus.





Komentar