Close sidebar
Advertisement Advertisement
Makassar Peristiwa Sulsel

Viral! Warga Keluhkan Jalur Penjemputan Bandara Makassar Dikenai Tarif Rp100 Ribu

Tanggkapan Layar dari Vidio Viral Di Sosial Media Yang Memperlihatkan Jalur Penjemputan Yang Di Kenai Tarif Di Bandara Sultan Hasanuddin

Makassar – Sebuah video yang memperlihatkan keluhan warga terkait jalur penjemputan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang pria mengaku harus membayar hingga Rp100 ribu untuk bisa menjemput keluarganya yang baru tiba di bandara.

Video yang beredar pada Minggu (15/6) itu memperlihatkan pria tersebut masuk ke jalur khusus di area terminal kedatangan. Ia menyebut, biaya tersebut dikenakan hanya karena melewati jalur tertentu yang dijaga oleh petugas bandara. “Masa menjemput di bandara harus bayar Rp100 ribu? Tidak masuk akal,” ujar seseorang dalam video tersebut.

Tim Pengabdi UNM Perkuat Budidaya Ikan Pujananting

Menanggapi hal ini, pihak Bandara Sultan Hasanuddin melalui PT Angkasa Pura I menyatakan bahwa jalur yang dimaksud merupakan jalur khusus atau premium yang memang dikhususkan bagi kendaraan layanan tertentu, seperti taksi bandara atau penjemput VIP.

General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Wahyudi, menegaskan bahwa masyarakat umum sebenarnya telah disediakan akses dan area parkir penjemputan reguler yang tidak dikenakan tarif tinggi. “Area khusus itu bukan untuk penjemput umum. Kalau masuk ke jalur tersebut tanpa izin khusus, tentu akan dikenakan tarif lebih tinggi,” jelas Wahyudi saat dikonfirmasi oleh wartawan.

Banyak warga menilai bahwa minimnya informasi dan petunjuk arah yang jelas di area bandara menjadi penyebab utama kebingungan ini. Beberapa pengguna bahkan mengaku tidak mengetahui bahwa jalur tersebut berbayar dan dikhususkan.

IKA Sosiologi FISIP Unhas Resmi Dilantik, Dr. Busman Pimpin Periode 2026-2030

Pakar transportasi dari Universitas Hasanuddin, Dr. M. Ridwan, menyarankan agar pihak bandara melakukan evaluasi terhadap sistem informasi dan rambu penunjuk arah yang ada. “Pemasangan rambu yang informatif dan edukasi kepada pengguna penting untuk menghindari kejadian serupa,” ujarnya.

Menanggapi viralnya kasus ini, sejumlah warganet meminta pihak pengelola bandara lebih transparan dalam menetapkan tarif dan mempermudah akses informasi kepada masyarakat. Bandara Sultan Hasanuddin merupakan salah satu bandara tersibuk di Indonesia Timur. Setiap harinya, ribuan orang keluar masuk melalui bandara ini, sehingga kebijakan lalu lintas dan akses penjemputan menjadi krusial.

Keluhan warga terhadap tarif penjemputan yang tinggi di Bandara Sultan Hasanuddin memicu diskusi publik yang cukup luas. Masyarakat berharap adanya perbaikan sistem, sosialisasi yang lebih masif, dan kejelasan mengenai jalur-jalur yang diperbolehkan untuk umum. <spl>

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *