Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Gaya Hidup Kampus Makassar Pendidikan Sulsel

Mahasiswi FT UNM Juara 1 Lomba Desain Motif Wastra

Potret Aisya Tangalayuk (Kiri) bersama model saat lomba.

Makassar – Prestasi membanggakan kembali hadir dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM). Aisyah Nursyam Tangalayuk, mahasiswi Jurusan Pariwisata dan Perhotelan angkatan 2025, berhasil meraih Juara 1 kategori non-tenun pada Lomba Desain Motif Wastra Sulawesi Selatan. Kompetisi yang digelar IFC Makassar bersama Bank Indonesia itu berlangsung di Mal Ratu Indah, Selasa (28/07/2026), dalam rangka KKS X Digest presents Wastra Heritage Market.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Aisyah sekaligus mengharumkan nama Universitas Negeri Makassar pada ajang desain berbasis budaya lokal. Lomba ini menghadirkan dua kategori, yaitu tenun dan non-tenun, dengan fokus pada pengembangan motif wastra khas Sulawesi Selatan. Aisyah memilih kategori non-tenun dan berhasil menyisihkan peserta lain melalui desain yang ia ciptakan.

Unit Usaha FT UNM Tawarkan Produk Unggulan Pertanian

Mahasiswi FT UNM itu mengaku tidak memiliki waktu persiapan yang panjang. Mentor yang mendampinginya baru merekomendasikan kompetisi tersebut pada 20 Juni 2026. Saat itu, ia juga berencana mengikuti lomba Fashion Illustration yang sarannya oleh teman satu kampusnya.

Namun, Aisyah menyadari dirinya tidak dapat membagi fokus pada dua kompetisi sekaligus. Ia akhirnya memilih memusatkan perhatian pada Lomba Desain Motif Wastra Sulawesi Selatan agar mampu memberikan hasil terbaik. Keputusan itu menjadi titik awal perjalanan yang akhirnya mengantarkannya menuju gelar juara.

Wastra Jadi Langkah Prestasi

Aisyah mulai mengerjakan desain pada 4 Juli 2026. Seluruh proses perancangan berlangsung selama enam hari hingga karya terkirim tepat pada batas akhir pendaftaran, 10 Juli 2026. Baginya, waktu yang singkat bukan penghalang untuk menghasilkan karya terbaik.

Sepeda Listrik FT UNM Raih Apresiasi Rektor

“Sebenarnya saya kurang persiapan karena mentor saya merekomendasikan lomba tersebut pada 20 Juni. Awalnya saya juga ingin mengikuti lomba Fashion Illustration, tetapi saya menyadari tidak sanggup mengikuti keduanya sekaligus. Jadi saya memilih fokus pada lomba desain motif wastra. Saya mulai membuat desain pada 4 Juli dan mengirimkannya tepat pada tanggal 10 Juli,” ujar Aisyah.

Menurut Aisyah, dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar selama mengikuti kompetisi tersebut. Kedua orang tua, kedua adiknya, serta sang mentor, Ilyas Desam atau yang akrab disapa Opa, terus memberikan semangat sejak tahap persiapan hingga pengumuman pemenang. Kehadiran mereka membuatnya semakin percaya diri menghadapi setiap tahapan lomba.

Ia mengaku tidak pernah merasa yakin akan keluar sebagai juara pertama. Meskipun memperoleh tanggapan positif dari dewan juri dan dukungan penuh dari sang ibu, ia tetap menyerahkan hasil akhir kepada keputusan dewan juri. Pengumuman pemenang akhirnya menjadi momen yang paling berkesan baginya.

FT UNM Pamerkan Karya Inovatif Berdampak

“Saya merasa sangat terkejut. Meskipun mendapatkan respons positif dari para juri dan mama saya yakin saya berpeluang masuk tiga besar, keputusan akhir tetap berada di tangan dewan juri. Alhamdulillah, saya sangat senang karena usaha dan dukungan dari orang-orang di sekitar saya tidak sia-sia,” katanya.

Aisyah berharap prestasi tersebut dapat memotivasi mahasiswa lain agar berani mengikuti berbagai kompetisi. Ia percaya setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan pengalaman berharga, apa pun hasil akhirnya. Semangat untuk terus belajar dan mencoba menjadi bekal penting dalam mengembangkan potensi diri.

“Jangan takut untuk mencoba dan yakinlah, karena hasil tidak akan mengkhianati usaha. Jangan pernah ragukan campur tangan Allah. Dan teruslah berjuang,” pesannya.

Komentar

  1. Melia sura' Tangalayuk berkata:

    Selamat dan terus semangat nak 🥰

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *