Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Kampus Makassar Pendidikan Sulsel

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

Potret Dekan FT UNM bersama PLt. Rektor UNM saat menanam pohon.

Makassar – Pelaksana Tugas Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Farida Patittingi, mengajak seluruh sivitas akademika menerapkan semangat Mappaccing. Ajakan itu ia sampaikan pada kegiatan “Pencanangan UNM Mappaccing dan Senam Bersama” di Fakultas Teknik UNM, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, nilai Mappaccing harus menjadi budaya yang membentuk karakter sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Farida menjelaskan bahwa gagasan Mappaccing sudah lama ia pikirkan sebagai gerakan yang memberi manfaat jangka panjang. Ia menilai setiap generasi memiliki tanggung jawab menjaga bumi untuk masa depan.

FT UNM Borong Penghargaan Dies Natalis ke-65 UNM

“Mappaci sudah lama saya berpikir apa yang bagus untuk berdampak yang baik untuk masa depan kita,” ujarnya.

Ia menegaskan masyarakat tidak boleh hanya memikirkan kepentingan pribadi. Setiap orang perlu meninggalkan warisan yang bermanfaat bagi anak cucu.

“Kita tidak bisa egois, tapi kita harus berpikir mewariskan ke depan, ke anak cucu kita,” katanya.

Mahasiswi FT UNM Juara 1 Lomba Desain Motif Wastra

Menurut Farida, Mappaccing memiliki makna yang mampu mewakili seluruh daerah sebagai simbol kebersihan. Nilai tersebut mengajarkan manusia membersihkan pikiran dan tindakan setiap hari.

“Mappaci ini mewakili seluruh daerah, ini sebagai konteks bersih dari pikiran dan tindakan kita,” tuturnya.

Mappaccing Bangun Kepedulian Lingkungan

Farida mengingatkan bahwa perubahan iklim menjadi bukti pentingnya menjaga alam sejak sekarang. Ia menilai manusia sering mengabaikan tanggung jawab terhadap bumi.

Unit Usaha FT UNM Tawarkan Produk Unggulan Pertanian

“Hari ini bisa kita lihat global warming, mungkin karena kita tidak bisa menjaga bumi kita,” ungkapnya.

Selain menjaga alam, Farida mengajak seluruh peserta membersihkan diri dari kebiasaan yang tidak bermanfaat. Ia menyebut banyak orang masih mempertahankan hal-hal yang justru menjadi beban dalam kehidupan.

“Kadang-kadang kita selalu menumpuk sesuatu, yang harusnya kita harus lepaskan,” ucapnya.

Ia menjelaskan konsep Mappaccing bukan sekadar membersihkan lingkungan secara fisik. Gerakan tersebut juga mengajak masyarakat membersihkan diri dari hal-hal yang mengotori pikiran dan perilaku.

“Konsep Mappaci membersihkan semua hal-hal yang tidak penting dan mengotori kita, baik raga maupun pada lingkungan kita,” jelas Farida.

Farida turut mengapresiasi Fakultas Teknik UNM karena memiliki ruang yang cocok untuk penghijauan. Ia berharap kawasan tersebut menjadi contoh pelestarian lingkungan bagi fakultas lain.

“Jadi Pak Dekan terima kasih, karena di sini banyak batu, jadi memang cocok untuk menanam pohon,” katanya.

Ia juga mengimbau mahasiswa baru mulai mencintai lingkungan sejak memasuki dunia perkuliahan. Kebiasaan menjaga pohon dan merawat lingkungan, menurutnya, perlu tumbuh sejak hari pertama menjadi mahasiswa.

“Kita himbau untuk mahasiswa baru, dari awal kita mencintai lingkungan, dan menyukai menjaga pohon,” ujarnya.

Farida mengaku merasakan kekompakan keluarga besar UNM sejak pertama kali datang ke kampus itu. Keharmonisan tersebut terlihat mulai dari jajaran pimpinan hingga mahasiswa.

“Saat pertama kali saya datang di UNM, saya langsung merasakan kekompakan, mulai dari pejabatnya sampai pada mahasiswanya,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Farida mengajak seluruh sivitas akademika menjaga semangat persatuan. Ia optimistis kebersamaan akan memperkuat kampus menghadapi berbagai tantangan.

“Kalau kita bersatu, kita tidak bisa ditembus oleh orang lain. Konsep Mappaci ini, mari kita realisasikan, baik ke diri kita, maupun ke lingkungan kita,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *