Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Sulsel

Ada Desa Terisolasi di Tengah Hutan, Begini Realitanya

Foto:Ilustrasi

LuwuDesa Bolu Luwu tertinggal dan masih masuk kategori sangat terisolasi di Kecamatan Bassesangtempe (Bastem), Kabupaten Luwu. Desa ini diusulkan ke Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) agar masuk program percepatan pembangunan desa.

Camat Bastem, Rama Yendra Sakti, menjelaskan bahwa posisi Desa Bolu berada di pegunungan. Warga harus menempuh perjalanan sangat jauh hanya untuk mengurus administrasi. Bahkan, mereka harus memutar melalui Kecamatan Bupon, Ponrang, dan Bua, serta melintasi Kota Palopo sebelum sampai di Ibu Kota Kecamatan Bastem. Akibatnya, biaya perjalanan warga menjadi sangat besar.

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

Selain itu, jalan menuju desa ini masih berupa tanah dan licin saat musim hujan. Tidak ada kendaraan roda dua maupun roda empat yang bisa masuk. Warga hanya bisa berjalan kaki selama satu hingga dua jam. Bahkan, ongkos ojek menuju Desa Bolu bisa mencapai Rp200 ribu.

Kondisi Desa Bolu Luwu tertinggal semakin terasa karena masyarakat tidak bisa menggunakan handphone dan internet. Rama menegaskan bahwa hingga kini desa tersebut belum memiliki listrik PLN. Warga hanya memanfaatkan turbin pembangkit swadaya untuk penerangan sederhana.

Sejarah desa ini bermula dari program transmigrasi. Pemerintah menempatkan transmigran dari berbagai daerah ke kawasan pegunungan tersebut bersama warga lokal. Namun, akibat bencana pada 2024, Desa Bolu kembali masuk kategori desa tertinggal.

FT UNM Borong Penghargaan Dies Natalis ke-65 UNM

Sekretaris Kabupaten Luwu, Sulaiman, mengatakan bahwa secara resmi tahun 2025 sudah tidak ada lagi desa tertinggal di Luwu. Namun, ia mengakui bahwa Desa Bolu masih membutuhkan perhatian serius agar tidak terus terisolasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *