Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Tampar Pedagang karena Bendera Anime One Piece, Aksi Oknum Viral di Bantaeng

Tangkapan Layar, Diduga Oknum Menampar Pedagang Sayur di Bantaeng Karna Memasang Bendera One Piece

Bantaeng – Video kekerasan terhadap seorang pedagang sayur di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, kembali mengguncang media sosial. Dalam video tersebut, seorang pria yang mengaku sebagai aparat terlihat menampar pedagang karena memasang bendera anime One Piece di mobilnya.

Peristiwa ini terjadi di Sasayya, Kecamatan Bissappu, saat pedagang bernama Pardi mengantar dagangan ke pasar. Ketika itu, pria berbaju kuning dan berhelm hitam menghadang Pardi di jalan. Ia langsung mempertanyakan bendera anime One Piece yang terpasang di mobil bak terbuka milik korban.

Tim Pengabdi UNM Perkuat Budidaya Ikan Pujananting

Bahkan, pria itu menyita bendera dan melontarkan ucapan bernada rasis. “Kasih naik bendera Merah Putih, bukan One Piece, bendera Cina ini,” katanya sambil menampar Pardi di hadapan warga sekitar.

Pardi sempat menjelaskan bahwa bendera tersebut hanya simbol anime. Namun, pria tersebut langsung melayangkan tamparan sebelum Pardi menyelesaikan penjelasan.

Tidak hanya itu, pria tersebut juga mengancam akan membawa Pardi ke kantor polisi. Ia juga menyatakan akan menyebarkan video kejadian ke media. Istri Pardi yang merekam insiden itu pun membalas dengan tegas. “Kasi naikmi, kita juga naik jugaki di media kalau langsungki menampar begitu,” ucapnya.

IKA Sosiologi FISIP Unhas Resmi Dilantik, Dr. Busman Pimpin Periode 2026-2030

Sementara itu, warga sekitar ikut menegur tindakan pria tersebut. Mereka menilai, tamparan itu merupakan bentuk kekerasan terhadap pedagang yang tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Video Viral dan Kronologi Versi Keluarga Korban

Kakak korban, Dandy Thoriq, kemudian membagikan video dan kronologi kejadian melalui akun Facebook miliknya. Dalam unggahannya, Dandy menegaskan bahwa adiknya hanya menunjukkan ekspresi sebagai penggemar anime, tanpa niat merendahkan simbol negara.

Setelah insiden itu viral, pria yang mengaku aparat akhirnya meminta maaf kepada Pardi. “Okelah saya minta maaf, tapi lain kali jangan diulangi,” ucapnya.

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

Polisi dan TNI Beri Klarifikasi, Pakar Hukum Angkat Suara

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Bantaeng, Iptu Gunawan, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa penyelesaian kasus berlangsung secara kekeluargaan dan pihak terkait diarahkan ke Kantor Polisi Militer.

Selain itu, Kapendam XIV Hasanuddin, Kolonel Arm Gatot Awan Febrianto, memastikan bahwa Kodam tidak pernah mengeluarkan instruksi untuk merazia atau melarang bendera anime One Piece. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah pria dalam video tersebut merupakan anggota TNI.

Meskipun kejadian ini memicu perdebatan, para ahli hukum memberikan pandangan yang menenangkan. Pengamat Hukum Pidana dari UIN Alauddin Makassar, Dr. Rahman Syamsuddin, menjelaskan bahwa tindakan Pardi tidak mengandung unsur pidana. Ia menilai bendera anime One Piece hanya bentuk ekspresi yang tidak menyinggung lambang negara. “Selama tidak merusak bentuk asli Merah Putih, tidak ada pelanggaran hukum,” tegasnya.

Terlebih lagi, Direktur LBH Makassar, Abdul Aziz Dumpa, menilai tindakan menyita atau mempidanakan bendera anime termasuk bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi publik. Menurutnya, konstitusi menjamin kebebasan berekspresi publik secara damai. Ia menyebut, pengibaran bendera One Piece berdampingan dengan Merah Putih justru mencerminkan kritik simbolik terhadap ketidakadilan sosial.

“Silakan kibarkan bendera Jolly Roger lebih rendah dari Merah Putih. Itu bentuk cinta kepada negeri sekaligus kritik terhadap sistem yang belum berpihak kepada rakyat, dan wujud kebebasan berekspresi publik yang sah,” ujarnya.

@makassarfeeds

Viral di media sosial dengan sebuah video yang menunjukkan seorang pedagang sayur diduga mengalami intimidasi dan penganiayaan oleh pria yang mengaku sebagai anggota karena memasang bendera bajak laut ala anime One Piece di mobilnya. Peristiwa tersebut disebut terjadi di Sulawesi Selatan, ketika korban hendak mengantarkan dagangannya ke pasar di Kabupaten Bantaeng. Korban dalam video diketahui bernama Pardi, seorang pedagang sayur dengan mobil bak terbuka dan merupakan penggemar berat anime Jepang berjudul One Piece. Insiden ini pertama kali dibagikan oleh Dhandy yang mengaku sebagai kakak korban. Ia menjelaskan kronologi peristiwa secara detail dalam unggahannya. “Kronologinya adalah adik saya atas nama Pardi lagi bawa sayur jualannya ke pasar Bantaeng, terus tiba-tiba dihadang oleh bapak yang pakai baju kuning helm hitam, yang mengaku aparat entah POLISI ATAU TNI,” tulis Dhandy dalam postingannya. Fllow👉 @makassarfeeds #makassarfeeds

♬ suara asli – MAKASSAR FEEDS – MAKASSAR FEEDS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *