Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Sulsel

Rp23,7 Juta Per Bulan! Segini Tunjangan DPRD Luwu 2024–2029

Kantor DPRD Luwu tempat anggota dewan menerima berbagai fasilitas dan tunjangan DPRD Luwu.
Kantor DPRD Luwu di Belopa, Sulawesi Selatan. Gedung ini menjadi sorotan publik setelah rincian tunjangan DPRD Luwu mencapai Rp23,7 juta per bulan untuk setiap anggota.

Luwu – Isu kenaikan gaji anggota DPR RI belakangan ini memicu sorotan publik. Masyarakat pun mulai menyoroti tunjangan DPRD Luwu, Sulawesi Selatan, yang ternyata cukup besar.

Slip gaji November 2024 menunjukkan total penghasilan anggota dewan periode 2024–2029 mencapai Rp23,7 juta per bulan. Mereka menerima uang representasi, tunjangan keluarga, tunjangan beras, uang paket, tunjangan jabatan, tunjangan komisi, dan tunjangan badan musyawarah.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Selain itu, anggota dewan juga memperoleh tunjangan komunikasi intensif Rp8,9 juta serta tunjangan transportasi Rp10 juta. Kabag Umum dan Keuangan DPRD Luwu, Jamal Hidayat, menegaskan pihaknya kembali menyalurkan tunjangan perumahan setelah menunggu hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kami menyalurkan tunjangan perumahan setelah akuntan publik merampungkan perhitungan ulang. Nilainya Rp5,4 juta per bulan termasuk pajak, dengan bersih sekitar Rp5 juta,” ujar Jamal, Selasa (2/9).

Tiga pimpinan DPRD tidak mendapat fasilitas rumah maupun tunjangan transportasi karena sudah menempati rumah jabatan dan menggunakan mobil dinas. Sementara itu, anggota biasa menerima tunjangan perumahan Rp60 juta per tahun, transportasi Rp120 juta per tahun, serta komunikasi intensif Rp107 juta per tahun.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Anggota DPRD dari Fraksi NasDem, Irvan, menilai tunjangan transportasi sangat membantu aktivitasnya. Ia menempuh perjalanan 2,5 jam setiap hari dari Lamasi Timur menuju Kantor DPRD di Belopa. “Dana itu cukup untuk biaya bensin sekaligus mendukung kebutuhan sosial, seperti undangan pernikahan maupun acara kedukaan,” jelasnya.

Irvan memilih tinggal di Lamasi Timur agar tetap dekat dengan masyarakat. “Saya tidak boleh jauh dari konstituen karena mereka membutuhkan pendampingan terus-menerus,” tegasnya.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *