Makassar – KNPI Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali terpecah setelah dua kubu memilih ketua berbeda untuk periode 2025–2028. Dua kandidat, Fadel Muhammad Tauphan Ansar dan Vonny Ameliani Suardi, sama-sama mengklaim kepemimpinan melalui Musda di dua lokasi berbeda.
Dua Versi Musda, Dua Klaim Ketua
Fadel meraih dukungan di Musda Balai Manunggal. Sekjen DPP KNPI, Almanzo Bonara, dan Waketum, Ludikson Siringoringo, mengikuti seluruh rangkaian musyawarah. Dikson langsung mengukuhkan Fadel sebagai ketua KNPI Sulsel dan menyerahkan mandat organisasi kepadanya.
“Musda KNPI Sulsel Tahun 2025 menyerahterimakan pataka dan panji-panji kehormatan agar seluruh kader memperkuat konsolidasi di Sulawesi Selatan,” ujar Dikson.
Almanzo menegaskan legitimasi forum tersebut. Ia menyatakan bahwa Ketua Umum DPP KNPI, Ryano Pandjaitan, memerintahkannya untuk memasuki forum dan menyampaikan sikap resmi organisasi.
“Saya hadir karena ketua umum memerintahkan saya. Kami sudah membahas sikap organisasi bersama mitra DPP KNPI, jadi forum ini berdiri dengan landasan yang jelas,” kata Almanzo.
Di sisi lain, kubu Vonny melaksanakan Musda di Hotel Horison Makassar. Waketum DPP KNPI Razikin Jurait dan Redin Octovudin mengikuti jalannya sidang. Redin menyerahkan pataka kepada Vonny sebagai simbol kepemimpinan baru.
“Saya menyerahkan bendera pataka kepada sahabat Vonny agar ia mengibarkan semangat KNPI di seluruh Sulawesi Selatan,” ujar Redin.
Kericuhan Pecah Saat Verifikasi Peserta
Kericuhan muncul sehari sebelumnya ketika jadwal Musda di Hotel Horison tidak berjalan sesuai rencana. Perdebatan mengenai jumlah OKP yang berhak mengikuti Musda memicu suasana panas.
Pimpinan sidang, Ludikson, memimpin Rapimpurda sebelum Musda. Sejumlah massa menyerangnya setelah mereka memperdebatkan jumlah peserta. Salah satu kubu menyebut hanya 59 OKP yang memenuhi syarat, sementara DPP KNPI menolak angka itu.
“Perdebatan muncul karena proses verifikasi OKP tidak berjalan sesuai aturan. Rapimpurda sebelumnya tidak melibatkan DPP, sehingga forum itu tidak memenuhi ketentuan,” kata Dikson.
DPP kemudian menyelenggarakan Rapimpurda ulang untuk memverifikasi 191 peserta sesuai keputusan Kongres KNPI 2022 di Hotel Sultan Jakarta. Ketegangan meningkat karena panitia Musda dan pengurus KNPI Sulsel tidak membantu proses verifikasi, sementara delegasi OKP membawa SK masing-masing. Belasan orang lalu masuk dari arah pintu dan menyerang pimpinan sidang sehingga suasana berubah kacau.
DPP Mengambil Alih Seluruh Proses Musda
Melihat konflik yang terus membesar, Dikson dan Almanzo langsung menguasai seluruh proses Musda KNPI Sulsel. Mereka menyatakan bahwa DPP akan memimpin Rapimpurda dan Musda sampai selesai.
“DPP mengambil alih konsolidasi Rapimpurda dan Musda. Kami akan memimpin setiap tahapan secara langsung,” ujar Almanzo.





Komentar