Makassar – Pelantikan dan Rapat Kerja Gabungan Pemuda Pelajar Mahasiswa Barru (Gappembar) Komisariat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN) resmi digelar sebagai momentum awal kepengurusan baru dalam merumuskan arah gerak selama satu periode ke depan. Kegiatan ini di Asrama Pusat Gappembar, pada Sabtu, (28/2).
Mengusung tema “Meneguhkan Amanah, Mewujudkan Sinergi, dan Menguatkan Integritas Organisasi”, pelantikan tidak sekadar menjadi seremoni pergantian struktur, tetapi juga penegasan komitmen bersama untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Rapat Kerja yang dilaksanakan setelah pelantikan menjadi ruang strategis untuk menyusun program kerja yang terarah, realistis, berdampak, serta selaras dengan visi organisasi.
Ketua Umum, Ashey Yuniar dalam sambutannya menyampaikan kesadarannya bahwa satu periode ke depan akan diwarnai berbagai tantangan. “Saya menyadari bahwa perjalanan satu periode ke depan tidak akan selalu mudah. Akan ada perbedaan pendapat, keterbatasan waktu dan tenaga. Namun saya percaya, dengan komunikasi yang baik, niat yang baik, dan kerja sama yang solid, kita mampu menjadikan tantangan sebagai ruang untuk bertumbuh,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Rapat Kerja harus menghasilkan program yang berkualitas dan tidak sekadar bersifat administratif. “Melalui rapat kerja ini, saya berharap kita tidak hanya menyusun program secara administratif, tetapi merancang program yang berdampak, berkelanjutan, terukur, dan selaras dengan visi organisasi. Program kerja bukan sekadar daftar kegiatan, tetapi arah gerak dan wajah organisasi kita ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Rifki Apandi sebagai perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gappembar, menilai pelantikan kali ini sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya kepemimpinan berada di tangan seorang perempuan. “Hari ini menjadi momen yang istimewa. Untuk pertama kalinya, kepemimpinan berada di tangan seorang perempuan. Ini bukan sekadar pergantian struktur, melainkan sebuah sejarah baru yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas, keberanian, serta kemampuan manajerial dalam memimpin dan membawa perubahan,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung realitas kepemimpinan perempuan di tingkat daerah sebagai bentuk keterbukaan ruang kepemimpinan yang semakin inklusif. “Kita melihat realitas yang sama di tingkat daerah. Kabupaten Barru hari ini dipimpin oleh Ibu Andi Ina Kartika Sari, perempuan pertama yang menjabat sebagai Bupati Barru. Ini adalah tonggak sejarah yang membuktikan bahwa ruang kepemimpinan semakin terbuka,” tambahnya, merujuk pada kepemimpinan Andi Ina Kartika Sari.
Di akhir sambutannya, DPP menegaskan pentingnya kerja kolektif dalam satu periode kepengurusan. “Izinkan saya menegaskan satu hal penting. Dalam satu periode kepengurusan, keberhasilan bukan hanya menjadi tanggung jawab ketua semata. Kepemimpinan memang memiliki figur, tetapi kerja-kerja organisasi adalah kerja kolektif. Program kerja lahir dari musyawarah dan kontribusi bersama,” tuturnya.





Komentar