Close sidebar
Advertisement Advertisement
Ekonomi Hukum Nasional

Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Chromebook, Kejagung Periksa 120 Saksi

Nadiem Makarim ditetapkan jadi tersangka kasus korupsi Chromebook
Nadiem Makarim

Jakarta – Kejaksaan Agung resmi menetapkan Nadiem Makarim tersangka korupsi Chromebook. Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu diduga memainkan peran penting dalam kasus pengadaan laptop berbasis Chromebook yang menyedot perhatian publik.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan penetapan tersebut. Ia menegaskan bahwa penyidik menemukan cukup bukti setelah mendalami perkara. “Dari hasil ekspose, keterangan saksi, dan alat bukti, penyidik menetapkan tersangka baru dengan inisial NAM,” ujar Anang, Kamis (4/9/2025).

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Pemeriksaan Intensif Terhadap Nadiem Makarim

Kejagung menegaskan, tim penyidik tidak gegabah ketika mengambil keputusan. Mereka sudah memeriksa sekitar 120 saksi dan empat ahli sebelum memberikan status hukum kepada Nadiem. Dengan langkah itu, publik dapat menilai bahwa proses hukum berjalan hati-hati, transparan, serta akuntabel meskipun tekanan publik terus meningkat.

Pada hari yang sama, penyidik juga memanggil Nadiem Makarim untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Bundar. Kehadiran dirinya semakin menguatkan perhatian publik terhadap kasus yang menyangkut dunia pendidikan dan teknologi di Indonesia. Selain itu, tim penyidik berencana menelusuri dokumen tambahan guna memperjelas konstruksi perkara.

Dugaan Kerugian Negara

Kasus korupsi Chromebook berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar. Proyek pengadaan laptop itu seharusnya mendukung pembelajaran digital di sekolah-sekolah. Namun, dugaan penyalahgunaan anggaran justru mengubah tujuan awal program menjadi masalah serius. Oleh karena itu, penyidik kini menelusuri aliran dana dan menilai peran setiap pihak yang mereka curigai.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Kejagung menegaskan bahwa penyidik tidak akan berhenti pada satu tersangka saja. Dengan kata lain, mereka berpotensi menyeret pihak lain yang ikut bermain dalam proyek ini. Karena itu, publik semakin menaruh harapan besar terhadap transparansi penyidikan.

Penetapan Nadiem Makarim sebagai tersangka mengejutkan banyak pihak. Selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan, ia meluncurkan sejumlah program besar, termasuk Kampus Merdeka. Akan tetapi, kasus korupsi Chromebook mencoreng citra reformasi pendidikan yang ia dorong. Akibatnya, masyarakat menuntut kejelasan lebih cepat dan lebih tegas dari Kejagung.

Publik kini menunggu transparansi lebih lanjut. Mereka menginginkan Kejagung membuka kasus ini secara terang benderang sehingga tidak ada lagi ruang bagi penyalahgunaan anggaran pendidikan. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum tetap terjaga.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Langkah Kejagung Selanjutnya

Kejagung menegaskan proses hukum berjalan sesuai prosedur. Penyidik berjanji mengedepankan prinsip akuntabilitas serta profesionalitas. Dengan cara itu, mereka berharap dapat memberikan efek jera bagi pelaku korupsi sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran pendidikan.

Kasus Nadiem Makarim tersangka korupsi Chromebook kini menjadi salah satu perkara besar yang terus dipantau. Oleh sebab itu, Kejagung menegaskan komitmennya untuk menuntaskan penyidikan dan menyeret para pelaku ke meja hijau.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *