Parepare – Turnamen Domino Wali Kota Cup di Parepare, Sulawesi Selatan, terpaksa berhenti di tengah jalan setelah kericuhan memanas akibat protes peserta terhadap administrasi pertandingan. Puluhan peserta kecewa karena nama mereka tidak tercantum dalam bagan pertandingan, padahal sudah membayar biaya pendaftaran. Situasi ini membuat jalannya turnamen tidak terkendali hingga panitia akhirnya mengumumkan penundaan.
Pada Minggu (7/9/2025), panitia mengumpulkan peserta di Lapangan Andi Makkasau untuk menyampaikan keputusan resmi. Ketua Panitia Turnamen Domino Wali Kota Cup, Anwar Sa’ad, menyatakan bahwa pertandingan akan dilanjutkan setelah administrasi diperbaiki. Ia juga menegaskan panitia bersedia mengembalikan uang pendaftaran bagi peserta yang memilih mundur.
“Kita tunda dulu. Panitia akan membenahi dulu administrasinya baru kita lanjutkan. Bagi peserta yang mau mundur bisa mengambil uang pendaftarannya di panitia. Yang mundur langsung kita hapus dalam sistem pertandingan,” kata Anwar saat memberikan penjelasan.
Peserta yang sudah menunggu sejak awal turnamen merasa kecewa dengan situasi tersebut. Agung, salah satu peserta, mengaku sudah menanti tiga hari namun belum mendapat giliran bermain karena namanya tidak muncul di bagan pertandingan. “Kami di sini sudah tiga hari. Sampai hari ini saya belum main, bahkan nama saja tidak masuk dalam bagan,” keluhnya.
Kekecewaan serupa juga datang dari Surahman, peserta asal Makassar yang membawa 12 pasangan untuk ikut bertanding. Ia menilai panitia tidak siap menggelar turnamen berskala besar sehingga membuat acara berantakan. “Kacau sekali ini. Masa sudah lama menunggu begini masih banyak yang belum main. Panitia di Parepare tidak siap dan mencoreng nama baik Pordi,” tegasnya.
Setelah pengumuman penundaan, panitia segera menutup arena. Tenda dan meja pertandingan di Lapangan Andi Makkasau dibongkar kembali. Para peserta pun membubarkan diri sambil menunggu kepastian jadwal baru. Hingga kini, panitia belum menentukan kapan turnamen akan dilanjutkan.





Komentar