Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Sulsel

Lima Orang Geruduk Rumah Mahasiswa, Rahang Korban Sampai Bergeser!

Korban penganiayaan mahasiswa Palopo sedang dirawat di rumah sakit dengan kondisi rahang terluka.
Korban penganiayaan mahasiswa di Palopo tampak terbaring di ruang perawatan RSU Mega Buana Palopo setelah mengalami cedera serius.

Palopo penganiayaan mahasiswa di Palopo kembali mencuat setelah seorang mahasiswa bernama Andi Alquais mengalami serangan brutal di Jalan Yogi S. Memed, Kelurahan Songka, Wara Selatan, Kota Palopo, Senin (24/11/2025) malam. Korban langsung menjalani perawatan intensif di RSU Mega Buana Palopo setelah rahangnya bergeser akibat pukulan.

Menurut keterangan korban, lima orang mendatangi rumahnya dan menjalankan peran masing-masing. Satu orang memukulnya, dua orang memegang tangannya, dan dua lainnya menjaga pintu. penganiayaan mahasiswa Palopo itu membuat korban kesulitan melawan karena para pelaku bekerja secara terkoordinasi.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Selanjutnya, keluarga korban, Zain, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian serangan tampak sudah terencana. Ia menilai para pelaku sengaja membagi peran untuk memastikan korban tidak bisa melarikan diri. Karena itu, Zain meminta Polres Palopo menangkap seluruh pelaku yang terlibat.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Sahrir, menjelaskan bahwa para pelaku mendatangi rumah korban karena merasa terganggu dengan aktivitas korban dan teman-temannya yang sering ribut hingga malam. Teguran itu kemudian memicu cekcok. Pelaku akhirnya memukul rahang korban dengan tangan kosong sehingga menyebabkan pergeseran.

Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Pawas Ipda Susanto bersama personel piket kemudian menjemput pelaku utama, Andi Yahya (44), yang bekerja sebagai tukang batu. Polisi membawa pelaku ke Mapolsek Wara Selatan sebelum memindahkannya ke Polres Palopo untuk pemeriksaan lanjutan.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Hingga kini polisi terus menyelidiki kasus tersebut dan keluarga korban berharap semua pelaku segera tertangkap.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *