Tana Toraja – Eksekusi rumah adat Tongkonan di Ka’pun, Kelurahan Kurra, Tana Toraja, berakhir ricuh pada Jumat (5/12/2025) siang. Ratusan aparat gabungan dari Brimob, TNI, dan Satpol PP bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan eksekusi. Namun, warga yang menolak tindakan tersebut langsung melakukan perlawanan.
Sejak aparat mendekati area eksekusi, warga melempari mereka dengan batu dan petasan. Karena situasi semakin memanas, aparat merespons cepat dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Eksekusi rumah adat Tongkonan pun berubah menjadi bentrokan terbuka.
Selanjutnya, meski aparat sudah menembakkan gas air mata, warga kembali melancarkan serangan balasan. Mereka melempar batu dan menyiramkan air cabai ke arah petugas. Akibatnya, bentrokan berlangsung sengit hampir dua jam.
Kemudian, aparat kembali menembakkan gas air mata untuk memecah konsentrasi massa. Hingga akhirnya, kericuhan mereda meskipun situasi tetap tegang.
Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan, menyebut aparat menghadapi serangan serius. “Tadi kita lihat juga petugas dilempari batu dan molotov,” ujarnya di lokasi kejadian.





Komentar