Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Kampus Pendidikan Sulsel Teknologi

Tim Pengabdi UNM Perkuat Budidaya Ikan Pujananting

Potret saat melakukan survei kolam budidaya

Barru — Tim dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) menghidupkan kembali budidaya ikan Kelompok Perikanan Sipurennu. Program pengabdian tersebut berlangsung di Desa Pujananting, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru. Kegiatan ini menghadirkan teknologi tepat guna, digitalisasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut menyasar berbagai kendala yang menghambat aktivitas kelompok perikanan sebelumnya. Tim pengabdi bersama warga melakukan perbaikan sarana budidaya yang sempat mangkrak. Upaya itu bertujuan membuka kembali peluang ekonomi melalui usaha perikanan.

IKA Sosiologi FISIP Unhas Resmi Dilantik, Dr. Busman Pimpin Periode 2026-2030

Ketua Tim Pengabdi, Dr. Sutarsi Suhaeb, S.T., M.Pd., mengatakan program tersebut menyelesaikan persoalan budidaya dari hulu hingga hilir. Tim memetakan kebutuhan masyarakat sebelum menjalankan berbagai bentuk intervensi teknologi. Pendekatan tersebut membantu kelompok memperoleh solusi sesuai kondisi lapangan.

“Program ini difokuskan pada penyelesaian masalah dari hulu hingga hilir,” jelas Sutarsi. Menurutnya, penguatan sarana produksi menjadi langkah awal untuk mengembalikan aktivitas kelompok. Tim kemudian melanjutkan penguatan pada sektor pakan dan pemasaran.

Pada sektor hulu, tim bersama warga mereaktivasi kolam terpal menggunakan sistem bioflok. Mereka juga memperbarui sistem perpipaan dan perangkat aerator untuk menjaga pasokan oksigen. Langkah tersebut mendukung kondisi kolam agar kembali menunjang budidaya ikan.

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

Sutarsi menjelaskan bahwa ketersediaan pakan menjadi salah satu persoalan utama pembudidaya. Harga pakan pabrikan yang tinggi dapat meningkatkan biaya operasional kelompok. Karena itu, tim menghadirkan mesin pembuat pelet pakan mandiri.

“Kami menghadirkan dan menguji coba mesin pembuat pelet pakan mandiri untuk kelompok,” ujar Sutarsi. Mesin tersebut memungkinkan masyarakat memanfaatkan bahan baku lokal untuk menghasilkan pakan. Teknologi itu juga membuka peluang kelompok menekan biaya produksi secara mandiri.

Teknologi Perkuat Budidaya Sipurennu

Tim pengabdi memberikan pendampingan penggunaan mesin kepada anggota Kelompok Perikanan Sipurennu. Pendampingan tersebut membantu masyarakat memahami proses pembuatan pakan secara langsung. Kelompok kemudian memiliki bekal untuk mengoperasikan teknologi secara berkelanjutan.

FT UNM Borong Penghargaan Dies Natalis ke-65 UNM

Selain memperkuat produksi, tim juga mengembangkan strategi pemasaran berbasis digital. Mereka merancang website pemasaran Desa Pujananting untuk memperluas jangkauan konsumen. Platform tersebut membantu kelompok mengenalkan hasil budidaya kepada pasar yang lebih luas.

Ilham, Ketua Kelompok Perikanan Sipurennu sekaligus Sekretaris Desa Pujananting, mengapresiasi program tersebut. Ia menilai bantuan UNM memberikan manfaat nyata bagi kelompok dan masyarakat. Menurutnya, fasilitas baru tersebut dapat mendukung keberlanjutan usaha perikanan.

“Kegiatan ini telah memberikan sumbangsih nyata dengan mengaktifkan kembali kolam bioflok kami,” ujar Ilham. Ia juga menyambut kehadiran mesin pembuat pakan mandiri bagi kelompok. “Semoga peralatan ini betul-betul bisa bermanfaat ke depannya untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok dan masyarakat Desa Pujananting,” lanjutnya.

Program pengabdian tersebut memperlihatkan sinergi perguruan tinggi dengan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan ekonomi lokal. UNM menghadirkan solusi berbasis teknologi yang menyesuaikan kebutuhan kelompok perikanan. Pendekatan tersebut mendorong masyarakat mengelola sumber daya secara lebih mandiri.

Revitalisasi kolam, mesin pakan, dan pemasaran digital menjadi rangkaian penguatan usaha perikanan. Ketiga aspek tersebut membantu kelompok meningkatkan kesiapan produksi sekaligus memperluas akses pasar. Program ini juga membuka peluang pengembangan usaha secara lebih berkelanjutan.

Tim pengabdi berharap masyarakat terus memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara konsisten. Pengelolaan bersama menjadi kunci keberlanjutan manfaat program bagi kelompok. Masyarakat juga dapat mengembangkan inovasi baru sesuai kebutuhan budidaya.

Pelaksanaan program mendapat dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM. Tim juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek Republik Indonesia. Dukungan tersebut membantu pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat Desa Pujananting.

Program pengabdian UNM tersebut menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pemanfaatan teknologi tepat guna menjadi salah satu strategi memperkuat usaha perikanan lokal. Kelompok Perikanan Sipurennu kini memiliki sarana untuk mengembangkan budidaya secara lebih mandiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *