Laut Baltik — 25 Mei 2025, Ketegangan geopolitik di kawasan Eropa kembali meningkat setelah sebuah insiden udara yang melibatkan jet tempur Rusia dan pesawat pengintai NATO. Jet tempur milik Rusia dikabarkan mencegat dua pesawat militer dari Jerman dan Prancis yang terbang di wilayah udara internasional Laut Baltik.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa pesawat Su-27 mereka dikerahkan untuk mengawal pesawat asing yang mendekati perbatasan Rusia.
“Setelah mengidentifikasi objek-objek tersebut sebagai pesawat patroli P-3C Orion milik Jerman dan Atlantique-2 dari Angkatan Laut Prancis, kru kami mengawal keduanya hingga mereka menjauh dari wilayah udara Federasi Rusia,”
tegas pernyataan resmi dari kementerian tersebut.
Aksi pencegatan ini memicu kemarahan negara-negara anggota NATO. Mereka menilai tindakan Rusia sebagai bentuk provokasi yang membahayakan keselamatan penerbangan militer dan komersial di kawasan tersebut.
“Kami mengecam keras tindakan berbahaya dan tidak profesional oleh Rusia yang dapat memicu insiden yang tidak diinginkan,”
ujar seorang pejabat NATO yang tidak disebutkan namanya.
Insiden ini menambah panjang daftar intersepsi udara yang terjadi di kawasan Baltik. Sebelumnya, pada 2024, NATO telah mengaktifkan jet tempur puluhan kali untuk merespons keberadaan pesawat militer Rusia tanpa rencana penerbangan dan transponder aktif. Negara-negara seperti Denmark, Lituania, dan Estonia juga melaporkan peningkatan aktivitas militer Rusia di dekat wilayah mereka.
Beberapa analis melihat insiden ini sebagai bagian dari strategi Moskwa untuk menguji kesiapan dan respons militer NATO, terutama setelah meningkatnya ketegangan akibat perang di Ukraina dan perluasan aliansi NATO ke arah timur.
Aliansi NATO saat ini meningkatkan patroli udara dan pengawasan di kawasan tersebut sebagai bentuk pencegahan dan perlindungan atas wilayah anggotanya. Mereka juga menyerukan Rusia untuk menghormati hukum internasional dan menjaga stabilitas kawasan. <spl>





Komentar