Makassar – ONIC Esports sukses menjuarai turnamen internasional Mobile Legends: Games of the Future (GoF) 2025 setelah menumbangkan Aurora Gaming asal Turki dengan skor telak 3-0 pada partai grand final. Duel puncak tersebut memakai format best of five (Bo5).
Grand final berlangsung di Pixoul Adnec Hall 9, Abu Dhabi, Selasa (23/12/2025) pukul 22.00 WIB. ONIC Esports tampil dominan sejak gim pertama hingga memastikan gelar juara tanpa perlawanan berarti.
Pada laga final, ONIC Esports menurunkan Lutpiii, Kairi, Sanz, Kiboy, dan Skylar sebagai line up utama. Di sisi lain, Aurora Gaming mengandalkan Lunar, Tienzy, Rosa, Sigibum, dan Pagu.
Turnamen Mobile Legends Games of the Future 2025 yang berlangsung di Uni Emirat Arab tersebut menawarkan total hadiah 900.000 dolar AS atau setara Rp15 miliar, mengacu pada data Liquipedia. ONIC Esports sebagai juara membawa pulang 315.000 dolar AS atau sekitar Rp5,28 miliar, sedangkan Aurora Gaming meraih 144.000 dolar AS atau setara Rp2,41 miliar sebagai runner-up.
Indonesia mengirimkan dua wakil pada ajang ini, yakni RRQ Hoshi dan ONIC Esports. Namun, langkah RRQ Hoshi terhenti di babak perempat final setelah kalah tipis 1-2 dari DianFengYaoGuai, meski RRQ Hoshi sebelumnya keluar sebagai juara Grup C.
Sanz, Midlaner ONIC Asal Makassar Jadi Pilar Kemenangan
Keberhasilan ONIC Esports meraih gelar juara turut mengangkat nama Gilang “Sanz”, pemain asal Makassar, Sulawesi Selatan. Sanz berperan sebagai salah satu pilar utama tim Landak Kuning sepanjang turnamen.
Sanz dikenal sebagai salah satu midlaner terbaik ONIC Esports. Ia mengombinasikan gaya bermain agresif dengan kemampuan membaca situasi secara cepat, sekaligus menjadi motor serangan tim dalam berbagai kondisi pertandingan.
Sanz memulai karier profesional Mobile Legends sejak usia remaja. Sebelum bergabung dengan ONIC Esports, ia membela Victim Esports dan langsung mencetak prestasi dengan meraih gelar juara serta penghargaan MVP MDL musim pertama.
Pada tahun 2020, ONIC Esports merekrut Sanz dalam salah satu transfer termahal pada masanya. Sejak kedatangannya, performa ONIC meningkat tajam. Bersama pemain seperti Butsss, CW, dan Kiboy, Sanz membawa ONIC mendominasi MPL Indonesia hingga bersaing di level Asia Tenggara.
Meski masih berusia muda, Sanz menunjukkan mental juara, disiplin tinggi, dan jiwa kepemimpinan yang kuat. Ia kerap berperan sebagai penenang tim saat menghadapi situasi krusial di dalam pertandingan.
Rekan setimnya, Kairi, pernah memuji kemampuan mekanik Sanz yang luar biasa. Kairi bahkan menyebut Sanz sebagai salah satu midlaner terbaik dunia dengan mekanik unggul di berbagai aspek permainan.
Bersama ONIC Esports, Sanz telah mempersembahkan tujuh trofi MPL Indonesia, menjadikan ONIC sebagai tim tersukses dalam sejarah kompetisi tersebut. Selain itu, ONIC juga menjuarai MLBB Southeast Asia Cup (MSC) serta tampil konsisten di ajang dunia M-Series.
Sanz juga mengoleksi berbagai penghargaan individu, termasuk Finals MVP dan Best Midlaner di sejumlah musim. Konsistensinya menjadikan Sanz panutan bagi banyak pemain muda, terutama di Makassar dan kawasan timur Indonesia.
Kesuksesan Sanz membuktikan bahwa talenta esports Indonesia tidak hanya lahir dari kota-kota besar di Pulau Jawa, tetapi juga berkembang kuat dari daerah seperti Sulawesi Selatan.
Profil Lengkap ONIC Sanz
- Nama lengkap: Gilang
- Nama panggung: ONIC Sanz
- Tanggal lahir: 22 Juli 2002
- Tempat lahir: Makassar, Sulawesi Selatan
- Kewarganegaraan: Indonesia
- Tim esports: Victim Esports (2019–2020), ONIC Esports (2020–sekarang)
- Role: Jungler (awal karier), Midlaner
- Hero favorit: Pharsa, Valentina, Lylia, Kimmy, Kadita, Novaria, Luo Yi, Yve
- Prestasi: 7 kali juara MPL Indonesia, 1 kali juara MSC
- Usia: 23 tahun
- Agama: Islam
- Profesi: Gamer, atlet esports, streamer





Komentar