Johannesburg – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengumumkan kesepakatan bebas visa antara Indonesia dan Afrika Selatan. Ia menyampaikan pernyataan itu saat memberikan pidato di Indonesia–Africa CEO Forum yang berlangsung di Hotel Saxon, Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat (21/11/25).
Gibran menjelaskan bahwa kebijakan bebas visa tersebut menindaklanjuti hasil pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Istana Merdeka, Jakarta, pada (22/10/25). Kesepakatan tersebut memungkinkan masyarakat Indonesia dan Afrika Selatan melakukan perjalanan tanpa pengajuan visa kunjungan.
“Kedua presiden (Prabowo–Ramaphosa) sepakat untuk bebas visa masuk, jadi saya pikir ini kabar baik bagi Anda semua. Tidak ada lagi visa,” ujar Gibran dalam forum tersebut.
Kebijakan bebas visa ini memperkuat hubungan dua negara yang menjalin kerja sama selama lebih dari tiga dekade. Indonesia menilai kemudahan akses perjalanan membuka peluang lebih luas dalam perdagangan, investasi, dan pariwisata.
Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Konektivitas
Afrika Selatan menjadi mitra dagang terbesar Indonesia di kawasan Afrika. Nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar USD 2,14 miliar pada tahun 2023 dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah berharap kebijakan bebas visa mempermudah konektivitas bisnis dan mendorong pertumbuhan investasi yang lebih cepat di kedua pasar.
Pelaku usaha hingga investor dari Afrika Selatan dapat menjajaki peluang di sektor strategis Indonesia, mulai dari industri, pertambangan, manufaktur, hingga produk halal. Pengusaha Indonesia juga berpotensi memperluas ekspor ke Afrika Selatan sebagai pintu utama akses pasar Afrika.
Gibran menegaskan bahwa pemerintah RI terus memperkuat kerja sama ekonomi lintas benua. “Konektivitas adalah kunci. Dengan hubungan yang semakin dekat, manfaatnya tidak hanya dirasakan dua negara, tetapi juga kawasan,” ujarnya.
Pemerintah menyiapkan regulasi teknis mengenai durasi tinggal serta kategori paspor yang berlaku dan akan mengumumkannya melalui kebijakan imigrasi resmi. Implementasi kebijakan berlangsung secara bertahap dan terkoordinasi.
Pemerintah Indonesia dan Afrika Selatan berharap kebijakan bebas visa ini mempererat hubungan diplomatik, ekonomi, dan sosial budaya serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat di kedua negara.





Komentar