Makassar – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui Kantor Wilayah Regional Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas kakao, dengan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp214 miliar selama tahun 2024. Pembiayaan ini mencakup wilayah kerja yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, hingga Maluku.
Pgs. Regional CEO BRI Makassar, Teguh Rahadian, menjelaskan bahwa dana tersebut disalurkan kepada 4.593 nasabah petani kakao. Ia menegaskan, potensi pertanian kakao di kawasan timur Indonesia sangat menjanjikan, dan tahun ini pihaknya menargetkan penyaluran yang lebih besar.
“Melihat perkembangan, potensi, dan budaya bertani masyarakat di wilayah kerja kami, kredit pertanian kakao akan terus kami dorong. Penyaluran tetap dilakukan secara selektif dan hati-hati, sesuai prinsip good corporate governance,”
— ujar Teguh Rahadian, Pgs. Regional CEO BRI Makassar (26/5/2025).
Tak hanya untuk kakao, BRI Makassar juga mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp13,4 triliun sepanjang 2024 di Sulsel, dengan hampir setengahnya atau 48% dialokasikan untuk sektor pertanian.
Langkah ini mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kepala Kantor OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menilai kakao sebagai komoditas unggulan yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
“Kami mendorong agar pembiayaan UMKM dan KUR dari perbankan dapat lebih difokuskan ke kakao. Bila target KUR mencapai Rp500 miliar, setidaknya 20 persen harus menyasar sektor ini,”
— kata Moch. Muchlasin, Kepala Kantor OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Sebagai catatan, sebelumnya kredit untuk komoditas pisang cavendish di wilayah ini mencapai Rp7 miliar. Dengan nilai yang jauh lebih kecil, OJK optimistis kakao seharusnya mampu mendapatkan porsi pembiayaan yang jauh lebih besar berkat potensi ekspor dan rantai nilai yang luas.
BRI Makassar menyambut baik ajakan OJK dan menyatakan siap memperkuat dukungan untuk sektor ini, terutama dalam rangka mendukung kemandirian ekonomi petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. <spl>





Komentar