Jakarta – Pemerintah Indonesia dan China resmi memperkuat kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor kelautan dan perikanan. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan First Institute of Oceanography (FIO) China.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa kerja sama ini akan meningkatkan kapasitas SDM melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan.
“Kami yakin kerja sama ini akan membantu meningkatkan SDM kita melalui program pendidikan, pelatihan, dan beasiswa,” ujar Trenggono.
Kerja sama ini mencakup pengembangan kapasitas melalui program akademik, workshop, kursus pelatihan, program beasiswa kelautan dan perikanan, serta pertukaran dosen tamu di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan manajemen kelautan. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pencegahan dan mitigasi bencana laut dan iklim, konservasi keanekaragaman hayati laut, serta perlindungan dan pemulihan ekosistem laut.
Trenggono menambahkan bahwa kerja sama ini juga akan mendukung pengembangan pusat pelatihan di bidang ilmu kelautan, membantu perlindungan laut, pengurangan risiko bencana, dan konservasi.
“Kami melihat FIO sebagai mitra yang hebat karena reputasi globalnya yang kuat di bidang oseanografi,” ujarnya.
MoU ini juga mencakup kolaborasi dalam pengembangan pusat pelatihan ilmu pengetahuan, teknologi, dan manajemen kelautan; pembentukan stasiun observasi laut dan meteorologi bersama; serta pengelolaan situs web pusat data untuk mendukung sistem persepsi cerdas dalam memantau terumbu karang dan padang lamun.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Menteri Trenggono dan Wakil Menteri Sumber Daya Alam Tiongkok, Sun Shuxian, di Jakarta pada 29 November 2024, serta kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Beijing pada 9 November 2024.
“MoU ini menjadi awal dari kemitraan yang kuat dan langgeng. Kami menantikan tindakan nyata yang mendukung sektor kelautan dan perikanan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan,” imbuh Trenggono.
Kepala BPPSDM KKP, I Nyoman Radiarta, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM di sektor kelautan dan perikanan, serta mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan di Indonesia.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan Indonesia dapat memperkuat kapasitas SDM di sektor kelautan dan perikanan, serta meningkatkan kerja sama internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan. <spl>





Komentar