Bantaeng – Program Sekolah Berbasis Ketahanan Pangan di Kabupaten Bantaeng mulai menunjukkan hasil nyata melalui panen perdana yang berlangsung di SMPN 4 Gantarangkeke pada Sabtu (22/11/2025). Momentum tersebut menarik perhatian publik karena sekolah ini menjadi pionir dalam menjalankan program yang diluncurkan Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin atau Uji Nurdin, sejak pertengahan September lalu. Ia hadir langsung dan menyampaikan apresiasi besar kepada seluruh pihak yang bekerja keras menumbuhkan semangat kemandirian pangan sejak usia belajar.
Uji Nurdin menegaskan bahwa upaya sekolah tersebut memberi contoh kuat bagi satuan pendidikan lain. “Kita berikan apresiasi kepada SMPN 4 Gantarangkeke. Setelah program ini kita luncurkan, sekolah ini yang pertama berhasil panen,” ungkapnya memberi semangat kepada para siswa dan guru. Ia menilai keterlibatan aktif para pelajar memperlihatkan hasil dari pembelajaran praktik yang mendorong kemandirian sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.
Apresiasi pada Gerakan Ketahanan
Program Sekolah Berbasis Ketahanan Pangan menurut Uji Nurdin sejalan dengan visi nasional terkait swasembada pangan yang menjadi agenda Presiden Prabowo Subianto. Melalui kegiatan menanam hingga memanen, siswa tidak hanya memahami proses budidaya, tetapi juga mampu mengolah hasilnya secara mandiri. Uji Nurdin menyebut adanya laporan menarik terkait hasil panen sayuran. “Saya juga dapat laporan, hasil kangkung ini langsung dijual ke pasar oleh anak-anak sendiri. Luar biasa manfaatnya,” ujarnya sambil mengapresiasi kreativitas siswa.
Keberhasilan sekolah tersebut memperkuat keyakinan pemerintah daerah bahwa gerakan ini mampu menjadi langkah besar memperluas kemandirian pangan di lingkungan pendidikan. Uji Nurdin pun menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan jajaran SMPN 4 Gantarangkeke atas konsistensi mereka dalam mendukung implementasi program.
Ia berharap, keberhasilan ini tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial melainkan berlanjut menjadi budaya baru di seluruh sekolah. “Saya berharap program ini berjalan dan terus berlanjut pada seluruh sekolah-sekolah. Program ini tidak membutuhkan biaya besar, namun manfaatnya luar biasa,” pungkasnya dengan optimistis.





Komentar