Makassar — Universitas Negeri Makassar (UNM) meningkatkan kapabilitas guru teknik elektronika melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Negeri 10 Makassar dengan melibatkan guru elektronika dari sejumlah SMK Kota Makassar. Program ini mengangkat pembelajaran kontekstual Internet of Things (IoT) perikanan berbasis Project-Based Learning (PjBL) dan Micro-Nano Learning.
Kegiatan tersebut menghadirkan guru bidang elektronika dari SMK Negeri 2, SMK Negeri 5, SMK Negeri 9, dan SMK Negeri 10 Makassar. Perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM turut menghadiri kegiatan tersebut. Kepala SMK Negeri 10 Makassar juga hadir untuk mendukung pelaksanaan program kemitraan tersebut.
Program PKM ini berfokus pada peningkatan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran sesuai perkembangan teknologi. Tim pengabdi mengintegrasikan teknologi IoT dengan konteks perikanan sebagai contoh permasalahan nyata. Pendekatan tersebut membantu guru menghubungkan materi elektronika dengan kebutuhan teknologi pada dunia kerja.
Ketua Tim Pengabdi, Saharuddin, S.T., M.Pd., memimpin program bersama Dr. Sutarsi Suhaeb, S.T., M.Pd., dan Nurfauziah, S.Pd., M.Pd. Tim memberikan pelatihan dan pendampingan kepada peserta selama kegiatan berlangsung. Materi pelatihan mengarahkan guru untuk mengembangkan proyek pembelajaran berbasis teknologi.
Program tersebut mengusung tema “Peningkatan Kapabilitas Guru Teknik Elektronika dalam Pembelajaran Kontekstual IoT Perikanan Berbasis PjBL dan Micro–Nano Learning untuk Mendukung Deep Learning.” Tema tersebut mencerminkan upaya UNM menghubungkan pembelajaran vokasi dengan perkembangan teknologi. Konsep pembelajaran juga mendorong guru menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Peserta mempelajari penerapan sensor, mikrokontroler, konektivitas, dan pengolahan data melalui teknologi IoT. Materi tersebut kemudian terhubung dengan proyek yang mengangkat konteks perikanan. Guru dapat menggunakan pendekatan tersebut untuk mengenalkan penyelesaian masalah melalui teknologi.
Pembelajaran IoT Perkuat Kompetensi Guru
Pendekatan Project-Based Learning menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan tersebut. Guru memperoleh pemahaman mengenai penyusunan proyek secara sistematis sesuai karakteristik pembelajaran teknik elektronika. Model tersebut juga mendorong siswa mengembangkan kemampuan teknis melalui pengalaman langsung.
Konsep Micro-Nano Learning turut melengkapi penerapan pembelajaran berbasis proyek. Materi pembelajaran dapat guru susun dalam unit singkat dengan fokus tertentu. Pola tersebut membantu siswa mempelajari materi secara bertahap sesuai kebutuhan pembelajaran.
Integrasi kedua pendekatan tersebut juga mendukung penerapan Deep Learning dalam proses pendidikan. Pembelajaran mengarahkan siswa memahami konsep melalui pengalaman nyata dan pemecahan masalah. Siswa juga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.
Konteks perikanan memberikan ruang bagi guru untuk menghadirkan persoalan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Teknologi IoT dapat membantu siswa memahami fungsi sensor dan mikrokontroler melalui penerapan nyata. Pengalaman tersebut sekaligus memperkenalkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan industri.
Kepala SMK Negeri 10 Makassar menyambut baik pelaksanaan program PKM tersebut. Kolaborasi UNM dengan sekolah vokasi menjadi bagian penting dalam memperkuat kompetensi pendidik. Kerja sama tersebut juga mendukung relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.
Program ini memperoleh pendanaan melalui BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dukungan tersebut membantu pelaksanaan kegiatan pengabdian yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan vokasi. Pendanaan juga mendukung pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Melalui program tersebut, UNM terus memperkuat kemitraan dengan satuan pendidikan vokasi. Penguatan kompetensi guru menjadi langkah penting menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. Guru memiliki peran strategis dalam menyiapkan siswa menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan ini juga membuka peluang penerapan pembelajaran IoT secara lebih luas pada lingkungan SMK. Guru peserta dapat mengembangkan materi berbasis proyek sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Penerapan tersebut diharapkan memperkuat keterampilan teknis sekaligus kemampuan pemecahan masalah siswa.





Komentar