Close sidebar
Advertisement Advertisement
Nasional Politik

Ahmad Sahroni Dimutasi dari Pimpinan Komisi III ke Komisi I DPR Jadi Anggota

Ahmad Sahroni Dimutasi
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni

Jakarta – Ahmad Sahroni dimutasi dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR menjadi anggota Komisi I DPR. Fraksi Partai Nasdem DPR RI mengambil keputusan itu dan sekaligus menunjuk Rusdi Masse Mappasessu sebagai pengganti Sahroni di kursi Wakil Ketua Komisi III.

Ketua Fraksi Nasdem DPR Viktor Bungtilu Laiskodat menandatangani surat resmi rotasi pada Jumat (29/8/2025). Ia menegaskan bahwa rotasi ini memperkuat kinerja fraksi serta menjaga soliditas internal. Oleh karena itu, keputusan tersebut menjadi langkah strategis untuk konsistensi partai.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Fraksi Nasdem Tekankan Politik Restorasi

Dalam keterangannya, Viktor menilai setiap kader harus bekerja sesuai kapasitas terbaik demi kepentingan rakyat. Ia menekankan bahwa semangat restorasi Indonesia berjalan efektif ketika kader menempati posisi yang tepat. Selain itu, penempatan kader juga harus menjawab kebutuhan masyarakat.

“Dengan semangat restorasi, kami menugaskan setiap kader bukan hanya demi kebutuhan internal, tetapi juga untuk menjawab tantangan kebangsaan yang terus berkembang,” jelas Viktor.

Lebih lanjut, Viktor menjelaskan bahwa rotasi ini menegaskan fokus Fraksi Nasdem dalam memperkuat pengawasan dan legislasi di bidang hukum. Ia menekankan peran vital Komisi III DPR karena membawahi lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan, Kepolisian, hingga KPK. Meskipun demikian, ia memastikan rotasi tidak akan mengurangi kinerja fraksi.

RDP DPRD Gowa Berujung Somasi Media, Mekanisme Rapat dan Kebebasan Pers Dipertanyakan

Ahmad Sahroni Dimutasi Usai Kontroversi Ucapan Publik

Di tengah rotasi jabatan, Ahmad Sahroni tetap menjadi sorotan akibat ucapannya terkait wacana pembubaran DPR. Saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025), ia menyebut seruan pembubaran DPR sebagai bentuk mental orang tolol.

“Orang yang bilang bubarin DPR itu adalah orang tertolol sedunia. Kita ini enggak semuanya pintar, tapi juga enggak bodoh semua,” ujar Sahroni.

Ucapan itu memicu kritik luas karena banyak pihak menilainya merendahkan masyarakat. Namun, Sahroni segera memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa ucapannya tidak menyasar publik, melainkan cara berpikir pihak yang menilai DPR bisa bubar begitu saja.

Mengejutkan! Sahroni Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III DPR

Menurut Sahroni, banyak orang memahami komentarnya secara keliru lalu menggiringnya hingga menimbulkan kesalahpahaman. Dengan demikian, ia merasa perlu meluruskan maksud sebenarnya. “Saya tidak bermaksud merendahkan rakyat. Kritik boleh saja, tetapi harus disampaikan dengan adat istiadat serta sopan santun,” tambahnya.

Nasdem Ingin Fraksi Lebih Solid

Rotasi jabatan ini menunjukkan keseriusan Fraksi Nasdem dalam menghadirkan politik adaptif dan responsif. Viktor menegaskan pentingnya menjaga soliditas internal agar agenda legislasi, pengawasan, serta pelayanan masyarakat berjalan sesuai visi restorasi Indonesia.

Pada akhirnya, Nasdem ingin memastikan setiap kader bekerja di ruang yang tepat. Fraksi justru melalui rotasi ini berusaha menghadirkan politik yang lebih adaptif. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari kebijakan partai.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *