Close sidebar
Advertisement Advertisement
Nasional Peristiwa

Aksi Kabur Massal 19 Narapidana di Nabire, Petugas Dihadang Parang

Rekaman CCTV Waktu kejadian

Nabire, Papua Tengah – Sebanyak 19 narapidana melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Nabire pada Senin (2/6) pagi sekitar pukul 10.30 WIT. Dalam insiden yang terjadi saat jam besuk itu, tiga petugas lapas mengalami luka-luka setelah diserang menggunakan parang oleh salah satu napi yang kabur.

Kepala Lapas Nabire, Edi Saputra, menjelaskan bahwa awal kejadian berawal ketika dua narapidana berpura-pura meminta izin menuju ruang registrasi kepada petugas jaga. Ketika pintu dibuka, dua napi tersebut langsung menyerang dengan senjata tajam, membuka jalan bagi 17 napi lainnya melarikan diri.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

“Ketika pintu dibuka oleh petugas, mereka langsung menyerang dan membuka jalan bagi rombongan napi lainnya untuk kabur,” kata Edi dalam keterangannya, Senin (2/6).

Akibat serangan itu, tiga petugas terluka, dua di antaranya mengalami luka serius di tangan akibat sabetan parang, sementara satu petugas lain hanya mengalami luka ringan. Pihak lapas saat ini masih menyelidiki dari mana asal senjata tajam yang digunakan para napi tersebut. Dugaan sementara, parang disembunyikan di balik pakaian saat jam kunjungan berlangsung.

Edi juga menduga pelarian ini telah direncanakan dengan matang. Para napi memanfaatkan celah di saat dua napi berpura-pura izin masuk ke ruang registrasi sehingga bisa menyerbu dan meloloskan diri.

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 186 Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Lapas Nabire akan meningkatkan pengamanan serta memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan Kodim setempat. Evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan dan SOP penjagaan juga tengah dilakukan.

“Kami akan memperbaiki SOP, memperkuat pengamanan, dan berkoordinasi dengan Polres serta Kodim agar kejadian ini tidak terulang,” tegas Edi.

Sebagai informasi tambahan, tahun ini Lapas Nabire sudah mendapatkan alokasi lima petugas baru dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, namun mereka belum aktif bertugas karena masih dalam proses penempatan. <spl>

35 Siswa di Maros Diduga Keracunan Usai Bukber di SMPN 3 Camba, Puluhan Dirawat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *