Bitung – Sulawesi Utara, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 pada Kamis (2/4/2026) pagi. BMKG mencatat aktivitas gempa susulan dalam jumlah besar yang terus terjadi hingga sore hari.
BMKG merilis pembaruan data pukul 17.00 WIB atau 18.00 Wita. Lembaga tersebut mencatat total 186 gempa susulan di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Dari jumlah tersebut, masyarakat merasakan lima gempa dengan getaran cukup kuat.
BMKG juga merinci sebaran gempa susulan dalam interval tiga jam di Laut Maluku. Pada pukul 05.48–08.48 WIB, aktivitas mencatat 35 gempa. Selanjutnya, periode 08.48–11.48 WIB mencatat 54 gempa. Aktivitas meningkat pada pukul 11.48–14.48 WIB dengan 68 gempa, lalu menurun menjadi 29 gempa pada pukul 14.48–17.48 WIB.
Sementara itu, BNPB mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat. Kepala BNPB, Suharyanto, meminta seluruh kabupaten dan kota terdampak menetapkan status tanggap darurat bencana.
Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara dapat menetapkan status serupa jika minimal dua daerah telah lebih dulu menetapkan kondisi darurat. Kebijakan ini bertujuan mempercepat koordinasi dan penanganan dampak gempa di lapangan.
Suharyanto juga menekankan bahwa penetapan status tanggap darurat tidak mencerminkan kemampuan kepala daerah. Ia menyebut bencana sebagai situasi luar biasa yang membutuhkan kerja bersama lintas pihak, bukan tanggung jawab individu semata.





Komentar