Toraja Utara – Gelombang kasus pencurian kembali menghantui warga Kecamatan Mengkendek, Toraja Utara. Tidak hanya menyasar rumah ibadah, aksi kriminal ini juga menimpa kalangan mahasiswa.
Kasus pertama terjadi di Gereja Toraja Jemaat Gloria yang berlokasi di KM 9, Lembang Ke’pe’ Tinoring. Sejumlah perangkat musik dilaporkan raib, seperti mixer dan power amplifier. Pelaku bahkan sempat memindahkan keyboard, namun belum berhasil membawanya kabur.
Sementara itu, insiden kedua dialami oleh seorang mahasiswa IAKN Toraja bernama Willyam Ma’dika, warga asal Mamuju. Ia kehilangan satu unit motor trail yang diparkir di kos-kosannya yang berada di depan kampus IAKN, tepatnya di Lembang Buntu Tangti, Kecamatan Mengkendek.
Motor tersebut diketahui hilang pada Kamis pagi, (12/6). Menurut penuturan korban, pada malam sebelumnya Rabu, (11/6), sekitar pukul 20.30 WITA, ia masih menggunakan motor tersebut untuk membeli makan malam. Setelah kembali ke kamar, kendaraan itu ia parkir seperti biasa di depan kos. Namun keesokan harinya, motor tersebut telah lenyap.
Tak menunggu lama, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Mengkendek untuk ditindaklanjuti. Diduga kuat kedua pencurian ini terjadi dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, yakni antara Rabu malam hingga Kamis dini hari.
Sejumlah warga dan mahasiswa setempat mengungkapkan kekhawatiran mereka, karena kejadian serupa kerap terjadi di wilayah sekitar Kampus IAKN Toraja. Tak jarang pula pencurian dilakukan dengan cara mempreteli komponen kendaraan bermotor.
Warga berharap pihak kepolisian meningkatkan patroli serta pengawasan, mengingat lokasi kampus dan rumah ibadah semestinya menjadi kawasan yang aman dan bebas dari ancaman kriminalitas. <spl>





Komentar