Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Bunuh Diri di Palopo Gegerkan Warga, Korban Alami Depresi Berat

Keluarga korban bunuh diri di Palopo menangis di samping jenazah yang disemayamkan di rumah duka, Kamis 31 Juli 2025
Keluarga dan kerabat berkumpul di rumah duka usai peristiwa bunuh diri di Palopo, Kamis (31/7/2025). Korban ditemukan tewas tergantung di kamar rumahnya.

Palopo – Warga Pontap, Kecamatan Wara Timur, dikejutkan dengan kasus bunuh diri di Palopo pada Kamis (31/7/2025). Seorang pria bernama Satria Saputra (38) mengakhiri hidupnya di kamar sendiri.

Ardiansyah (43), kerabat korban, mencoba mencari Satria di kamarnya. Namun, ia tidak mendapatkan respons. Karena curiga, ia mengintip dari jendela dan melihat Satria tergantung dengan tali ayunan milik ponakannya.

Tim Pengabdi UNM Perkuat Budidaya Ikan Pujananting

Setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung datang ke lokasi. Petugas dari Polres Palopo melakukan olah tempat kejadian dan membantu proses evakuasi.

AKP Supriadi, Kasi Humas Polres Palopo, menyebutkan bahwa Satria mengalami depresi selama dua tahun terakhir. Keluarga korban menolak proses autopsi karena memahami kondisi mental korban.

Tim kepolisian memeriksa tubuh korban dan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Keluarga segera menyiapkan pemakaman, yang akan berlangsung pada Jumat (1/8/2025) di TPU Purangi.

IKA Sosiologi FISIP Unhas Resmi Dilantik, Dr. Busman Pimpin Periode 2026-2030

Kasus Bunuh Diri di Palopo Sebelumnya Pernah Terjadi

Beberapa waktu lalu, warga juga menemukan seorang lansia gantung diri di Kelurahan Boting, Kecamatan Wara. Keluarga menduga korban bunuh diri karena kelelahan menghadapi penyakit kronis.

Kejadian ini memperlihatkan bahwa bunuh diri di Palopo bukan kasus tunggal. Banyak warga menghadapi tekanan mental yang tak terlihat.

Warga Serukan Tindakan Pencegahan

Putra, warga Kecamatan Wara Timur, mengungkapkan keprihatinannya. Ia meminta pemerintah turun tangan memberikan edukasi kesehatan mental.

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

“Kita butuh lebih banyak penyuluhan dan layanan konseling. Jangan tunggu korban berikutnya,” kata Putra.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap orang-orang di sekitarnya yang menunjukkan tanda stres atau depresi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *