Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Sulsel

Bulog Bone Klarifikasi Isu Pembayaran ke Mitra Penggilingan

Foto Kepala Bulog Bone, Maysius Patintingan

Bone – Perum Bulog Cabang Bone angkat suara terkait tudingan belum menyelesaikan pembayaran kepada sejumlah mitra penggilingan padi. Beberapa pemilik pabrik di Kabupaten Bone sebelumnya mengeluhkan belum menerima pembayaran atas kerja sama makloon penggilingan gabah selama musim panen lalu.

Sala satu mitra berinisial B (50) mengungkapkan bahwa hingga awal Agustus 2025, pembayaran sewa pabrik dari kerja sama tersebut masih belum sepenuhnya diterima. Ia menyebutkan nilai yang belum terbayar mencapai miliaran rupiah. Beberapa penggilingan bahkan belum menerima hingga Rp2 miliar. Kondisi ini menyulitkan mereka dalam mengatur arus kas dan mempersiapkan operasional menghadapi panen berikutnya.

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

“Modal kami tertahan. Kalau begini, kami sulit beli gabah dan perbaiki mesin. Musim panen sudah dekat, tapi kami belum bisa bergerak cepat,” jelasnya.

Pembayaran Tertunda karena Kendala Administrasi

Kepala Bulog Bone, Maysius Patintingan, langsung memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa Bulog tidak memiliki tunggakan dalam skema kerja sama tersebut. Menurutnya, keterlambatan terjadi karena sejumlah mitra belum menyelesaikan kewajiban administrasi maupun memenuhi aturan teknis kerja sama.

“Beberapa mitra masih belum melengkapi berkas dan hasil giling mereka belum sesuai standar kualitas. Jadi belum bisa kami input ke sistem pusat,” ujar Maysius pada Rabu, (6/8).

FT UNM Borong Penghargaan Dies Natalis ke-65 UNM

Ia menekankan bahwa sistem pembayaran akan berjalan jika mitra sudah memenuhi seluruh prosedur. Bulog telah dua kali menggelar rapat evaluasi untuk menyelesaikan masalah ini bersama para mitra. Ia juga memastikan komunikasi terus berjalan agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Sementara itu, Manajer Suplaicain dan Pelayanan Publik Bulog Bone, Andi Ishak, mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan 37 mitra penggilingan. Namun jumlah itu belum cukup menampung seluruh gabah saat musim panen tiba. Ia bahkan mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk membangun pabrik penggilingan berskala besar di Bone demi mempercepat proses penyerapan hasil petani.

Bulog Bone mengajak para mitra untuk tetap menjalin kerja sama yang sehat dan mengikuti semua prosedur teknis. Dengan begitu, proses penggilingan dan pembayaran dapat berjalan lancar dan berdampak positif bagi petani, mitra, dan distribusi beras nasional.

Mahasiswi FT UNM Juara 1 Lomba Desain Motif Wastra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *