Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Gaya Hidup

Bupati Takalar Hadiri Final Katinting Race

Takalar – Final Lomba Balap Perahu Katinting Race Laikang Seri 4 sukses digelar di Pantai Tanggul Topejawa, Kabupaten Takalar. Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM hadir langsung pada kegiatan yang menjadi rangkaian Dankodaeral Cup sekaligus peringatan HUT ke-80 RI. Acara tersebut berlangsung pada Minggu (24/8/2025).

Dalam sambutannya, Daeng Manye menekankan pentingnya menjaga tradisi bahari yang sudah mengakar kuat di tengah masyarakat pesisir. “Balap perahu katinting harus terus maju karena bukan hanya olahraga, tetapi juga tradisi budaya pesisir yang patut terjaga,” ucapnya.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Ia juga menambahkan bahwa lomba ini mampu menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. “Saya melihat semangat persaudaraan begitu kental. Bukan sekadar adu keterampilan, tetapi juga ajang kebersamaan yang memperlihatkan identitas masyarakat Takalar,” ungkapnya.

Katinting dan Semangat Persaudaraan

Keseruan lomba makin terasa dengan hadirnya ribuan penonton dari berbagai daerah. Laksda TNI Andi Abdul Azis turut menyampaikan apresiasinya. “Kegiatan ini menunjukkan kekuatan budaya pesisir yang harus terus di lestarikan. Pemerintah daerah sudah tepat mendukung ajang seperti ini,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta lomba mengaku bangga bisa ikut serta. “Kami datang bukan hanya untuk menang, tetapi juga untuk menjaga tradisi leluhur kami. Dukungan masyarakat membuat kami semakin bersemangat,” tutur peserta dari tim Resky Palanro 789 yang berhasil meraih posisi kedua.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Perlombaan berlangsung ketat, dengan hadiah total senilai Rp 30 juta yang di perebutkan. Juara pertama, Sumber Racing 23, berhasil membawa pulang mesin perahu dan uang tunai Rp 9 juta. Resky Palanro 789 meraih juara kedua dengan hadiah mesin perahu serta uang tunai Rp 6 juta. Sementara juara ketiga ditempati Sumber Tiga Berlian yang berhak atas mesin perahu dan uang tunai Rp 4 juta.

Kemeriahan semakin lengkap ketika seluruh peserta mendapat apresiasi atas penampilan terbaik mereka. “Kami tidak hanya bangga karena menang, tetapi juga senang bisa menjadi bagian dari sejarah balap katinting di Takalar,” ujar perwakilan tim Sumber Racing 23 seusai perlombaan.

Balap perahu katinting akhirnya tidak sekadar menjadi ajang hiburan, melainkan simbol kebersamaan yang mengikat masyarakat pesisir dengan pemerintah daerah. Tradisi ini pun semakin menguatkan posisi Takalar sebagai daerah dengan kekayaan budaya bahari yang layak dikenal luas.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *