Makassar – Bentrok mahasiswa UNM pecah di Kampus II Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung, Selasa (4/11/2025) sore. Dua kelompok dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) serta Fakultas Teknik saling serang hingga menyebabkan suasana kampus berubah tegang dan lima motor terbakar.
Kapolsek Tamalate, Kompol Syarifuddin, S.Sos., M.H., menjelaskan bahwa penyerangan bermula dari arah Fakultas MIPA menuju Fakultas Teknik. Pihak kepolisian segera menerima laporan dan bergerak cepat ke tempat kejadian perkara untuk mencegah konflik meluas. “Kami bersama jajaran Polsek Tamalate langsung tiba di lokasi begitu mendapat telepon menjelang magrib. Kami berupaya agar situasi tidak meluas dan segera terkendali,” ujar Kompol Syarifuddin.
Bentrok mahasiswa UNM tersebut berlangsung kurang dari satu jam, namun meninggalkan kerusakan cukup parah. Sedikitnya lima unit sepeda motor terbakar di area Fakultas MIPA. Selain itu, polisi menemukan sejumlah anak panah busur dan petasan kebambang api di lokasi kejadian, yang diduga digunakan dalam bentrokan. “Korban jiwa tidak ada, tapi lima unit motor terbakar di area MIPA,” jelas Kompol Syarifuddin menegaskan.

Tim kepolisian menutup akses keluar masuk kampus selama proses sterilisasi berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk mengamankan area dan mencegah pihak luar memanfaatkan situasi. “Kami menutup semua pintu kampus agar tidak ada yang masuk selama proses pengamanan,” tambahnya.

Penyebab bentrokan masih dalam penyelidikan. Aparat kepolisian bersama pihak rektorat sedang mendalami motif di balik penyerangan tersebut. Informasi awal menyebutkan bahwa sekelompok mahasiswa dari Fakultas MIPA lebih dulu mendatangi area Fakultas Teknik dan memicu bentrokan.
Pihak kampus kini berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mencegah insiden serupa terulang. Kedua fakultas juga menggelar rapat internal guna meredam ketegangan antar-mahasiswa. “Kami berkoordinasi dengan pihak kampus. Saat ini dua fakultas sedang rapat bersama untuk menentukan langkah selanjutnya,” ungkap Kompol Syarifuddin.
Insiden bentrok mahasiswa UNM ini menjadi sorotan publik karena melibatkan dua fakultas besar di kampus tersebut. Aparat kepolisian mengimbau mahasiswa agar menahan diri dan menyelesaikan perbedaan melalui jalur dialog, bukan dengan kekerasan.





Komentar