Riau — Di saat Sumatera tengah dilanda bencana, Polres Indragiri Hulu (Inhu) tetap melakukan penegakan hukum terhadap kejahatan kehutanan. Aparat berhasil menemukan dan menyita total 300 kubik kayu hasil illegal logging yang para pelaku sembunyikan di kawasan hutan perbatasan.
Penemuan Kayu Illegal Logging 300 Kubik di Hutan Inhu
Pada Jumat (5/12/25), tim gabungan dari Polres Inhu bersama instansi terkait menemukan tumpukan kayu olahan berupa papan dan broti di tepi kanal di kawasan hutan perbatasan Indragiri Hulu. Dari lokasi tersebut, polisi menyita total 300 kubik kayu olahan yang diduga hasil pembalakan liar.
Kayu-kayu tersebut muncul dalam bentuk papan dan broti. Dari keseluruhan temuan, 200 kubik menjadi kayu olahan yang para pelaku siapkan untuk diangkut. Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar menegaskan bahwa kayu yang tim temukan tersebut menunjukkan aktivitas pembalakan liar yang para pelaku olah secara rapi.
“Untuk barang bukti yang kami temukan itu kayu olahan illegal logging berupa papan dan broti dengan total volume 200 kubik,” ujar AKBP Fahrian dalam keterangannya, Rabu (10/12/25).
Penemuan tersebut bermula saat patroli udara Wakapolda Riau melihat tumpukan kayu mencurigakan dari helikopter. Koordinat lokasi itu kemudian mengarah kepada Polres Inhu, yang selanjutnya membentuk tim gabungan untuk melakukan pengecekan melalui Sungai Gaung Kanan menggunakan sembilan pompong kecil.
Saat tiba di lokasi, polisi tidak menemukan pelaku. Namun mereka melihat tumpukan kayu, bekas pondok pekerja, serta tunggul pohon yang memperkuat dugaan adanya aktivitas pembalakan liar. Karena gelap, tim memutuskan bermalam sebelum mereka melakukan penyitaan pada hari berikutnya.
Penyidikan Berlanjut
Meskipun para pelaku tidak berada di lokasi, penyidikan tetap berjalan untuk mengungkap jaringan pembalakan liar di wilayah tersebut. Polisi menduga aktivitas ini melibatkan kelompok terorganisir dan para pelaku melarikan diri sebelum petugas tiba.
Penindakan ini memperlihatkan komitmen aparat dalam menjaga kelestarian hutan, terutama saat kondisi lingkungan Sumatera tengah berada dalam situasi darurat.





Komentar