Maluku Utara – Hujan deras yang mengguyur Desa Tokaka, Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, selama lebih dari tiga jam menyebabkan jebolnya tanggul penahan air pada Minggu, 18 Mei 2025. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam banjir.
Kepala Desa Tokaka, Djufri Ajid, menjelaskan bahwa tanggul tersebut jebol karena tidak mampu menahan debit air yang meningkat drastis akibat curah hujan tinggi.
“Tanggul itu jebol setelah debit air meningkat karena hujan deras yang berlangsung selama lebih dari 3 jam,” ujar Djufri.
Banjir yang terjadi tidak hanya merendam rumah-rumah warga, tetapi juga menggenangi lahan pertanian dan fasilitas umum di desa tersebut. Warga setempat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman sambil menunggu bantuan dari pemerintah daerah.
Pemerintah desa bersama warga bergotong royong melakukan penanganan darurat untuk mencegah meluasnya dampak banjir. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain memperbaiki tanggul yang jebol dan membersihkan saluran air yang tersumbat.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan cukup signifikan, mengingat banyaknya rumah dan lahan pertanian yang terdampak.
Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan bantuan dan solusi jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Peningkatan infrastruktur penahan banjir dan sistem drainase menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi bencana di wilayah tersebut. <spl>





Komentar