Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Olahraga

Atlet Luwu Gagal Tanding O2SN, Turnamen Domino Rp300 Juta Jadi Sorotan

Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu tidak memberangkatkan atlet pelajar ke ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Salah satu atlet pencak silat yang terdampak adalah Rifki (14), siswa asal Desa Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, yang gagal bertanding karena tidak adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah, termasuk biaya transportasi, akomodasi, dan konsumsi.

Padahal, Rifki telah berlatih pencak silat sejak empat tahun lalu. Guru pembina pun telah melatihnya secara intensif selama berbulan-bulan. Namun, pihak sekolah kemudian menginformasikan bahwa tidak tersedia dana dari Pemkab Luwu untuk mendukung atlet.

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

Kondisi ini mengecewakan banyak pihak. Orang tua, guru, dan siswa merasa bahwa pemerintah daerah telah mengabaikan semangat dan kerja keras para pelajar berprestasi. Kekecewaan semakin mendalam ketika masyarakat mengetahui bahwa di waktu yang hampir bersamaan, Pemkab Luwu menggelar turnamen domino dengan anggaran sebesar Rp300 juta. Turnamen tersebut berlangsung meriah pada 5 – 6 Juli 2025 di Tribun Lapangan Andi Djema, Belopa.

Masyarakat pun mempertanyakan skala prioritas pemerintah. Mereka menilai kegiatan hiburan seperti turnamen domino seharusnya tidak lebih diutamakan daripada mendukung pendidikan dan prestasi siswa.

Kebijakan ini memunculkan keraguan terhadap komitmen Pemkab Luwu dalam membina sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan dan olahraga pelajar. Publik berharap agar pemerintah daerah lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran, terutama untuk program-program yang menyangkut masa depan generasi muda.

FT UNM Borong Penghargaan Dies Natalis ke-65 UNM

Kritik juga ramai bermunculan di media sosial. Banyak netizen menyayangkan keputusan tersebut dan mendorong pemerintah agar lebih berpihak kepada sektor pendidikan serta pembinaan atlet muda.

Sejumlah aktivis pendidikan turut menyampaikan desakan kepada Pemkab Luwu agar segera mengevaluasi kebijakan penganggaran. Mereka mengingatkan bahwa investasi terhadap generasi muda akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kemajuan daerah.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Luwu belum memberikan keterangan resmi terkait keberangkatan atlet ke O2SN.

Mahasiswi FT UNM Juara 1 Lomba Desain Motif Wastra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *