Bone – Kabupaten Bone bersama Kabupaten Wajo resmi menerima mandat sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026. Namun, hingga akhir September 2025, kepastian venue baru mencakup Stadion Lapatau dan Gelanggang Olahraga (GOR) Bone.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bone, Andi Akbar, menegaskan bahwa pihaknya terus menunggu keputusan dari KONI Sulsel terkait cabang olahraga lain. “Insya Allah stadion dan GOR sudah pasti dipakai. Untuk cabang lain, kami masih menunggu penetapan dari KONI,” kata Andi Akbar di Watampone, pada Jumat (26/9).
Pemerintah Bone mulai mempercepat persiapan. Tim teknis melakukan survei lapangan, mengecek kondisi sarana, dan menilai kebutuhan perbaikan. Menurut Andi Akbar, sejumlah fasilitas memang membutuhkan pembenahan agar sesuai standar pertandingan resmi. Ia juga menekankan bahwa persiapan meliputi aspek teknis seperti akomodasi dan keamanan.
Meski begitu, ia belum menyebutkan jumlah dana yang akan digelontorkan untuk pembenahan. “Kami masih menghitung kebutuhan anggaran, tapi yang jelas Bone harus siap menyambut Porprov,” jelasnya.
Warga Bone ikut memberi dukungan sekaligus dorongan. Amir, seorang warga Watampone, menilai pemerintah perlu bergerak cepat menata venue. “Kalau mau jadi tuan rumah, tentu kita harus siap. Masih ada fasilitas olahraga yang perlu diperbaiki supaya atlet nyaman bertanding,” ucap Amir.
Ia juga menilai kesiapan fasilitas akan mencerminkan citra daerah. “Kita bangga Bone jadi tuan rumah. Tapi jangan sampai ada keluhan dari atlet maupun tamu daerah lain,” tambahnya.
Masyarakat mendesak KONI Sulsel segera mengumumkan kepastian venue seluruh cabang olahraga. Dengan begitu, pemerintah daerah bisa langsung menuntaskan perbaikan sejak dini. Jika persiapan berjalan maksimal, Porprov Sulsel 2026 berpeluang menjadi pesta olahraga provinsi paling sukses yang pernah berlangsung di Bone dan Wajo.





Komentar