Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Antrean Kendaraan 1 Km di Jalan Poros Enrekang-Toraja, Sopir Minta Perbaikan Dipercepat

Seorang polisi lalu lintas dan petugas PUPR mengawasi proses perbaikan jalan amblas di Jalan Poros Enrekang-Toraja, dengan alat berat ekskavator bekerja di latar belakang.

Enrekang – Kemacetan Jalan Poros Enrekang-Toraja kembali terjadi pada Jumat (11/7). Antrean kendaraan mengular hingga satu kilometer di kawasan Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Petugas masih melakukan penimbunan di titik jalan yang sebelumnya amblas akibat bencana alam. Oleh karena itu, arus lalu lintas terganggu dan kendaraan harus melambat saat melintasi area tersebut.

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

Hingga siang hari, kendaraan dari dua arah masih tertahan. Kondisi ini menyebabkan penumpukan, terutama bagi truk pengangkut barang dan kendaraan berat lainnya.

Beberapa sopir truk mengeluhkan kondisi kemacetan parah di Jalan Poros Enrekang-Toraja karena mereka harus menunggu berjam-jam untuk bisa melintas. Mereka mengaku aktivitas distribusi barang terganggu dan jadwal pengiriman menjadi tertunda akibat antrean panjang di lokasi perbaikan jalan.

Sementara itu, aparat kepolisian memberlakukan sistem buka tutup demi menjaga kelancaran lalu lintas. Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto, menyebut bahwa petugas mendahulukan kendaraan kecil untuk melintas lebih dulu.

FT UNM Borong Penghargaan Dies Natalis ke-65 UNM

“Kami prioritaskan kendaraan ringan. Jalan masih dalam tahap perbaikan, dan personel kami siaga mengatur arus kendaraan secara bergantian,” jelasnya.

Selain itu, pihak berwenang mengimbau pengendara agar bersabar dan tetap mematuhi instruksi petugas di lapangan.

Petugas mengimbau masyarakat untuk memahami bahwa perbaikan jalan amblas memerlukan waktu karena cuaca dan struktur tanah yang masih belum stabil.

Mahasiswi FT UNM Juara 1 Lomba Desain Motif Wastra

Perbaikan jalan ini menjadi prioritas mengingat jalur poros Enrekang-Toraja merupakan satu-satunya akses utama ke wilayah Tana Toraja dari arah utara Sulawesi Selatan.

“bisa lewat duluan. Petugas juga tetap siaga di lokasi,” ungkap AKBP Hari.

Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti arahan petugas dan bersabar hingga proses perbaikan rampung. Petugas gabungan terus berupaya memperlancar arus lalu lintas agar distribusi logistik dan mobilitas warga tidak terganggu lebih lama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *